Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Senin (2/3/2009) rupiah melemah 105 poin (0,88%) ke posisi 12.075 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat lama stabil di posisi 11.970 per dolar AS.
Selama Januari 2009, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 7,15 miliar atau mengalami penurunan sebesar 17,70 persen dibanding ekspor Desember 2008. Sementara bila dibanding Januari 2008 juga mengalami penurunan sebesar 36,08 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan nilai ekspor ini membuat devisa yang masuk ke Indonesia juga berkurang sehingga menimbulkan sentimen negatif ke pasar.
Sementara pencapaian inflasi Februari sebesar 0,21% dan year on year yang sebesar 8,6% membuat pelaku pasar mulai berhitung terhadap dampaknya ke tingkat BI Rate.
Mata uang Asia juga kebanyakan melemah terhadap dolar AS karena pelaku pasar khawatir terhadap prospek ekonomi global. Kondisi seperti ini membuat mata uang emerging market untuk sementara dihindari.
Mata uang yang melemah antara lain, won Korea melemah 2,6%, rupee India melemah 1,55%, ringgit Malaysia melemah 0,57%, peso Filipina melemah 0,78%, dolar Singapura melemah 0,11%, bath Thailand melemah 0,14%, dolar Taiwan melemah 0,53% dan yen Jepang melemah 0,06%.   Â
(ir/qom)











































