Pada perdagangan saham Selasa (3/2/2009) IHSG diprediksi masih akan tenggelam dibayangi sentimen negatif anjloknya bursa global dan regional.
Terlebih sentimen di dalam negeri juga tidak membantu karena merosotnya daya beli masyarakat yang akan mengancam pertumbuhan yang terlihat dari data inflasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham di Wall Street pun terus berjatuhan dengan hantaman berbagai sentimen negatif. Indeks Dow Jones bahkan untuk pertama kalinya sejak Mei 1997 melorot di bawah level 7.000. Sementara S&P berada di bawah level 700, atau terburuk sejak Oktober 1996.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (2/3/3009), indeks Dow Jones industrial average merosot hingga 299,64 poin (4,24%) ke level 6.763,29. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 34,27 poin (4,66%) ke level 700,82 dan Nasdaq merosot 54,99 poin (3,99%) ke level 1.322,85.
Wall Street dihinggapi kabar buruk dari raksasa asuransi, American International Group (AIG) yang melaporkan kerugian terbesar dalam sejarahnya hingga US$ 61,7 miliar. AIG pun kembali harus mendapatkan bailout karena kebangkrutannya dinilai bisa lebih buruk.
Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (2/3/2009) IHSG merosot 29,367 poin (2,28%) menjadi 1.256,109.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin kembali anjlok, ditutup -2,28% menyusul sentimen negatif dari bursa regional. Penurunan didorong oleh anjloknya Dow Jones pada hari Jumat. Sentimen negatif tampaknya masih akan membayangi pergerakan pasar finansial dunia. Secara teknikal, terlihat beberapa indikator menunjukkan indeks kemungkinan masih akan bergerak melemah menguji level support 1.230 dalam jangka pendek. Sementara untuk resistance berada pada 1.270.
Optima Securities
Β
Terkoreksinya Dow Jones ke level kritis mendekati break support kuat 7.000 membuat investor panic selling sehingga indeks turun 27 poin ke posisi 1.256. Bursa regional yang merosot tajam ditambah angka inflasi Februari sebesar 0,21% (year on year mencapai 8,6%) makin memberikan sentimen negatif. Dengan tembusnya support kuat 1.280 maka cukup wajar indeks menuju ke level 1.250. Indeks selanjutnya bergantung pada tehnikal rebound Dow Jones dengan kisaran harian 1.210-1.270.Β Saham yang bisa menjadi pilihan yakni: ISAT, INTP, AALI, dan BBRI.Β
eTrading Securities
Saham US tergerus acrross-the-board Tembus level 7.000, "Down" Jones mencatat level terendah sejak 1997, nyungsep 299,64 poin (-4,2%) dan ditutup di level 6.763,29.Β S&P500 -4,66% dan Nasdaq -3,99%. Pemerintah AS mengumumkan dana bailout US$30 milyar kepada AIG yang mencatat kerugian di kuartal 4 sebesar US$ 61,7 milyar (Kerugian terbesar dalam sejarah perusahaan amerika). Meski saham AIG flat di 0,42 sen, saham finansial lainnya terpukul kekhawatiran bahwa bank-bank besar masih memperlukan bantuan lagi di masa depan: Citigroup -20%, JPMorgan -7,4%, Bank of America -8,1%, Wells Fargo -10,41% dan Sallie Mae -18,5%. Sektor energi juga anjlok setelah harga minyak merosot 10% ke US$40,15 per barel: Chevron -5,1%, Exxon Mobil -4,4%. Sementara itu, General Motors (-10,67%) dan General Electric (-10,67%). Merosotnya saham AS mengikuti pelemahan bursa Eropa dan Asia sebelumnya setelah kabar bahwa HSBC memerlukan suntikan US$18 milyar akibat kerugian besar.
DI Indonesia, export kembali membawa sentimen negatif ke pasar -36% namun Inflasi sedikit memberi bantalan, expected Februari Inflasi 2009 sebesar 0,14% MoM dan 8,6% YoY. Kita memperkirakan BI rate akan menurunkan suku bunga sebesar 25bps menjadi 8%. Kita memperkirakan negatif regional akan menjalar ke bursa indonesia hari ini. Pagi ini Regional di buka, Nikkei -1,6%, STI -1%, Kospei -2% dan KLSE -1,6%.
Kita melihat krisis ini akan menjalar sampai ke penjualan saham dari Asset management asing terhadap saham di Asia. Sehingga tekanan indek masih berpeluang besar di jangka pendek. Dollar kembali menguat terhadap mata-uang global. Mereka menganggap US Dollar adalah mata uang yang paling aman di masa krisis. Apakah Ini bukti dari branding?. Saya percaya rupiah akan tertekan di jangka pendek, namun dari sisi fundamental rupiah masih kuat, penurunan menjadi peluang untuk membeli.Β
(ir/ir)











































