Bapepam akan Panggil Nasabah RBS

Bapepam akan Panggil Nasabah RBS

- detikFinance
Selasa, 03 Mar 2009 19:25 WIB
Bapepam akan Panggil Nasabah RBS
Jakarta - Bapepam-LK berencana memanggil nasabah-nasabah Royal Bank of Scotland (RBS) yang diduga menjadi korban produk kontrak pengelolaan dana (KPD) milik PT PNM Investment Management.

"Kita akan panggil nasabah-nasabah RBS untuk meminta masukan mengenai ini," ujar Ketua Bapepam-LK, Fuad Rahmany di hotel Intercontinnental, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (3/3/3009).

Sayangnya, Fuad belum bisa memastikan kapan Bapepam akan menjadwalkan pertemuan dengan nasabah-nasabah RBS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasabah mengatakan, mereka tidak mendapat penjelasan mengenai status produk bernama Dana Prima yang ditawarkan oleh staf pemasaran bank. Nasabah hanya tahu kalau produk tersebut adalah produk reksa dana terproteksi.

Nasabah juga mengaku tidak tahu menahu kalau dana investasi mereka ternyata digunakan untuk membeli repo grup Bakrie milik PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) oleh PNM selaku pemilik produk Dana Prima.

"Yang jelas itu bukan produk reksa dana. Kita tidak pernah mengeluarkan pernyataan efektif untuk produk tersebut. Itu kontrak pengelolaan dana (KPD)," ujar Fuad.

Fuad mengakui, pengaturan dan pengawasan produk-produk KPD merupakan domain Bapepam.

"KPD memang diatur oleh kita. Tapi pengaturannya minim. Itu lebih kepada kontrak antara dua pihak. Tapi tetap akan kita periksa," ujar Fuad.

Menurut informasi yang diperoleh detikFinance, PNM selaku pemilik produk KPD memasarkan produk tersebut melalui ABN AMRO (sekarang RBS Indonesia) selaku agen penjual. ABN AMRO kemudian menawarkan produk tersebut kepada nasabah-nasabahnya.

Nasabah yang berhasil digaet tim pemasaran ABN AMRO sekitar 1.500 nasabah dengan total nilai dana kelolaan mencapai Rp 1,4 triliun.

Dana tersebut kemudian dikelola oleh PNM. Perusahaan yang disebut terakhir kemudian menggunakan dana tersebut untuk membeli repo saham-saham grup Bakrie milik BCI.

Ketika itu, saham-saham grup Bakrie memang sedang menjadi primadona di lantai bursa, sehingga dengan menginvestasikan dana nasabah-nasabah RBS ke repo saham-saham grup Bakrie dinilai akan memberikan pengembalian yang bagus.

Seiring dengan ambruknya pasar modal Indonesia, saham-saham grup Bakrie pun jatuh tajam. Bersamaan dengan itu, BCI tidak mampu melakukan beli balik repo saham-saham grup Bakrie yang dijaminkan ke PNM.

Dengan kata lain, BCI gagal bayar ke PNM. Otomatis, gagal bayar juga dialami PNM dalam memenuhi kewajibannya kepada nasabah-nasabah RBS yang sekaligus menjadi nasabah produk Dana Prima PNM.

(dro/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads