Saham-saham bergerak sangat volatile dan sempat menguat di awal-awal sesi, setelah kemarin mencatat penurunan tajam dan berada di titik terburuk sejak 1997. Namun saham-saham akhirnya bergerak negatif merespons pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke.
Bernanke dalam pidatonya menyatakan bahwa pihaknya membuka lebar-lebar kesempatan bagi bank-bank yang membutuhkan suntikan modal. Dana yang dipersiapkan sebelumnya sebesar US$ 700 miliar kemungkinan bisa bertambah, tergantung dari hasil 'Stress Test' dari bank-bank besar tersebut dan arah perekonomian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menambah kekhawatiran baru bahwa belum ada istilah titik terendah untuk istilah aset-aset bermasalah dan kebutuhan modal," tambahnya lagi.
Dan pada perdagangan Selasa (3/3/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 37,27 poin (0,55%) ke level 6.726,02. Nasdaq juga turun 1,84 poin (0,14%) ke level 1.321,01.
Sementara indeks Standard & Poor's 500 juga turun 4,49 poin (0,64%) ke level 696,33. Indeks saham-saham perbankan di S&P turun hingga 1,6%. Saham Goldman Sachs turun 4,5%, PNC Financial Services terpangkas 5%. Secara total S&P telah terpangkas 23% pada tahun ini.
"Level 700 adalah sebuah nilai yang mengejutkan ketika Anda berpikir 16 bulan lalu, ketika semuanya berada di titik tertinggi. Ini adalah psikologis dan secara jelas menciptakan situasi yang negatif terutama ketika disana tidak banyak kredibilitas," ujar Howard Silverblatt, analis senior dari Standard & Poor's.
Perdagangan berjalan sangat aktif di New York Stock Exchange transaksi mencapai 1,90 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,44 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebesar 2,28 miliar.
(qom/qom)










































