Pasar Saham Berharap ke BI Rate

Pasar Saham Berharap ke BI Rate

- detikFinance
Rabu, 04 Mar 2009 07:44 WIB
Pasar Saham Berharap ke BI Rate
Jakarta - Sentimen negatif masih menyelimuti pasar saham global. Di tengah tekanan eksternal itu pasar saham dalam negeri berharap berkah dari pengumuman BI Rate oleh Bank Indonesia (BI) pada Rabu ini.

Investor menduga BI akan memangkas suku bunga dari posisi saat ini 8,25% karena inflasi Februari yang sebesar 0,21% dan year on year sebesar 8,6% masih terkendali.

Maka itu investor fokus pada saham-saham perbankan pada perdagangan saham Rabu (4/3/2009). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan digerakkan oleh saham tambang selain perbankan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG juga akan meneropong pergerakan bursa regional. Indeks saham Nikkei Jepang pada Rabu pagi ini dibuka melemah 83,01 poin (1,15%) menjadi 7.146,71.

Sementara Wall Street masih dihinggapi sentimen negatif yang membawa indeks Standard & Poor's 500 merosot di bawah level 700 atau terburuk sejak Oktober 1996. Saham-saham bergerak sangat volatile meski sempat menguat di awal-awal sesi.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (3/3/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 37,27 poin (0,55%) ke level 6.726,02. Nasdaq juga turun 1,84 poin (0,14%) ke level 1.321,01. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 4,49 poin (0,64%) ke level 696,33.

IHSG pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (3/3/2009) naik 8,707 poin (0,69%) menjadi 1.264,816.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks bergerak anomali ditengah tekanan bursa Asia dengan menguat 8 poin keposisi 1.264 ditopang saham perbankan. Investor mengakumulasi saham perbankan karena berharap BI Rate pada hari ini bakal kembali turun 25 bps. Teknikal rebound dari Dow Jones juga menjadi harapan disaat minimnya sentimen positif  ke pasar. Pergerakan indeks masih sempit dikisaran 1.240-1.280  dengan pilihan saham: INTP, AALI, BBRI, dan BBCA.    

Panin Sekuritas

Memburuknya perekonomian global ditambah berbagai berita negatif dari pasar finansial AS mendorong indeks regional bergerak melemah dalam perdagangan kemarin. Di tengah anjloknya bursa regional, IHSG terlihat bergerak anomali dengan ditutup menguat +0,69% pada 1.264,816. Penguatan IHSG didorong oleh aksi beli terbatas pada saham perbankan dan pertambangan yang dimotori oleh saham BUMI. Meski demikian, kami merekomendasikan agar investor tetap waspada menyusul perkembangan kondisi marko ekonomi yang memburuk. Seperti diberitakan, angka penjualan otomotif, kemudian kinerja ekspor terus mengalami penurunan. Hal tersebut merupakan indikasi dari melemahnya perekonomian nasional. Secara teknikal IHSG kami perkirakan akan bergerak dalam kisaran support-resistance 1.234-1.282.
  (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads