Investor menduga BI akan memangkas suku bunga dari posisi saat ini 8,25% karena inflasi Februari yang sebesar 0,21% dan year on year sebesar 8,6% masih terkendali.
Maka itu investor fokus pada saham-saham perbankan pada perdagangan saham Rabu (4/3/2009). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan digerakkan oleh saham tambang selain perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Wall Street masih dihinggapi sentimen negatif yang membawa indeks Standard & Poor's 500 merosot di bawah level 700 atau terburuk sejak Oktober 1996. Saham-saham bergerak sangat volatile meski sempat menguat di awal-awal sesi.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (3/3/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 37,27 poin (0,55%) ke level 6.726,02. Nasdaq juga turun 1,84 poin (0,14%) ke level 1.321,01. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 4,49 poin (0,64%) ke level 696,33.
IHSG pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (3/3/2009) naik 8,707 poin (0,69%) menjadi 1.264,816.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks bergerak anomali ditengah tekanan bursa Asia dengan menguat 8 poin keposisi 1.264 ditopang saham perbankan. Investor mengakumulasi saham perbankan karena berharap BI Rate pada hari ini bakal kembali turun 25 bps. Teknikal rebound dari Dow Jones juga menjadi harapan disaat minimnya sentimen positif ke pasar. Pergerakan indeks masih sempit dikisaran 1.240-1.280 dengan pilihan saham: INTP, AALI, BBRI, dan BBCA.
Panin Sekuritas
Memburuknya perekonomian global ditambah berbagai berita negatif dari pasar finansial AS mendorong indeks regional bergerak melemah dalam perdagangan kemarin. Di tengah anjloknya bursa regional, IHSG terlihat bergerak anomali dengan ditutup menguat +0,69% pada 1.264,816. Penguatan IHSG didorong oleh aksi beli terbatas pada saham perbankan dan pertambangan yang dimotori oleh saham BUMI. Meski demikian, kami merekomendasikan agar investor tetap waspada menyusul perkembangan kondisi marko ekonomi yang memburuk. Seperti diberitakan, angka penjualan otomotif, kemudian kinerja ekspor terus mengalami penurunan. Hal tersebut merupakan indikasi dari melemahnya perekonomian nasional. Secara teknikal IHSG kami perkirakan akan bergerak dalam kisaran support-resistance 1.234-1.282.
(ir/ir)











































