Pada penutupan perdagangan saham sesi satu, Rabu (4/3/2009) IHSG naik tipis 2,834 poin (0,22%) menjadi 1.267,650. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB stabil di posisi 11.970 per dolar AS.
Crossing saham Indosat ini dilakukan setelah Qatar Telecom merampungkan tender offer pada 20 Februari 2009. Qtel membeli 24,19% saham Indosat baik yang ada di BEI maupun di New York dengan harga tender offer 7.388 per saham.
Danareksa Sekuritas menjadi sekuritas yang mengeksekusi pembayaran transaksi tender offer Indosat tersebut. Danareksa mencatat nilai transaksi pada sesi siang ini hingga Rp 12 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga meski kini saham publiknya berkurang, tapi saham Indosat tetap punya peluang yang bagus," kata Alfiansyah.
Perdagangan saham BEI di sesi siang mencatat transaksi sebanyak 13.452 kali, dengan volume 1,531 miliar unit saham, senilai Rp 6,546 triliun. Sebanyak 46 saham naik, 35 saham turun dan 37 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 10 menjadi Rp 780, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 20 menjadi Rp 1.830, Indosat (ISAT) naik Rp 25 menjadi Rp 4.250, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 25 menjadi Rp 3.725 dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 10.850.
IHSG mengikuti penguatan bursa saham regional seperti Hang Seng naik 0,67%, KOSPI naik 1,97%, Nikkei naik 0,73%, Shanghai naik 2,66% dan Taiwan naik 2,22%.
Pelaku pasar juga tengah menantikan pengumuman BI Rate oleh BI pada Rabu siang ini.
(ir/qom)










































