Saham perbankan dan tambang menjadi incaran pelaku pasar. Penguatan IHSG juga karena mengikuti kenaikan bursa saham regional.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (4/3/2009) IHSG melejit 24,564 poin (1,94%) menjadi 1.289,380. Pada sesi satu IHSG naik tipis 2,834 poin (0,22%) menjadi 1.267,650.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Crossing saham Indosat mulai dilakukan setelah Qatar Telecom merampungkan tender offer pada 20 Februari 2009. Qtel membeli 24,19% saham Indosat baik yang ada di BEI maupun di New York dengan harga tender offer 7.388 per saham.
Analis saham dari Sinarmas Sekuritas Alfiansyah mengatakan setelah Qtel menguasai mayoritas saham Indosat, maka perusahaan diperkirakan akan lebih mudah mendapat dukungan pendanaan. Perseroan juga bisa mendapat dukungan teknologi dari induknya.
"Sehingga meski kini saham publiknya berkurang, tapi saham Indosat tetap punya peluang yang bagus," kata Alfiansyah.
Perdagangan saham hari ini sangat ramai yang mencatat transaksi sebanyak 40.800 kali, dengan volume 2,671 miliar unit saham, senilai Rp 7,424 triliun. Sebanyak 80 saham naik, 30 saham turun dan 44 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 30 menjadi Rp 800, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 60 menjadi Rp 1.870, Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 4.275, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 225 menjadi Rp 3.925, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 175 menjadi Rp 2.575 dan Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 11.000.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 25 menjadi Rp 2.000, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 150 menjadi Rp 4.200 dan Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun Rp 20 menjadi Rp 880.
IHSG mengikuti penguatan bursa saham regional seperti Hang Seng naik 2,47%, KOSPI naik 3,28%, Nikkei naik 0,85%, Shanghai naik 6,12% dan Taiwan naik 2,39%.
(ir/qom)











































