Pada penutupan perdagangan valas Rabu waktu AS (4/3/2009) euro menguat ke 1,2675 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,2556 dolar AS.
Pemerintah China akan mengeluarkan paket stimulus dengan membelanjakannya secara besar-besaran untuk sektor infrastruktur dan manufaktur membawa sentimen positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paket stimulus ekonomi China akan membantu ekonomi global yang saat ini sedang memerlukan banyak sentimen positif," kata Sacha Tihanyi dari Scotia Capital seperti dilansir dari AFP, Kamis (5/3/2009).
Meski melemah terhadap euro, mata uang paman sam diprediksi masih akan melanjutkan penguatannya terhadap mata uang emerging market.
Sementara pelaku pasar juga masih menantikan hasil rapat European Central Bank dan Bank of England yang memutuskan tingkat suku bunga pada Kamis ini.
Rupiah
Sementara penguatan mata uang rupiah pada Rabu kemarin (4/3/2009) di level 11.980 per dolar AS tidak bertahan lama.
Rupiah kembali melemah di pembukaan perdagangan pasar Kamis ini di posisi 12.050 per dolar AS atau turun 80 poin.
Meski banyak sentimen positif dari dalam negeri seperti penurunan BI Rate 0,5% menjadi 7,75% dan adanya komitmen pinjaman siaga untuk membentuk Public Expenditure Support Facility (PESF) sebesar US$ 5,5 miliar dari Bank Dunia, ADB, Pemerintah Jepang, dan Pemerintah Australia, rupiah masih tetap tertekan dari faktor eksternal.
(ir/ir)











































