Hal ini dikatakan oleh Kepala Biro Departemen Keuangan Harry Z. Soeratin dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (5/3/2009).
"Lelang Surat Utang Negara dalam mata uang rupiah akan dilakukan oleh pemerintah pada tanggal 10 Maret 2009. Jumlah indikatif yang dilelang sebesar Rp 2 triliun untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2009," jelasnya.
Surat Utang Negara yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar satu juta rupiah dengan seri-seri sebagai berikut:
- Seri SPN20100311 dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 11 Maret 2010;
- Seri FR0036 (reopening) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) sebesar 11,50% (sebelas koma lima puluh per seratus) dan jatuh tempo tanggal 15 September 2019.
Pembayaran kupon dilakukan setiap tanggal 15 Maret dan 15 September. Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Lelang bersifat terbuka (open auction), menggunakan metode harga beragam (multiple price). Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield yang diajukan.
Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non-kompetitif (non-competitive bids) akan membayar sesuai dengan yield rata-rata tertimbang (weighted average yield) dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.
Peserta Lelang dapat mengajukan penawaran pembelian kompetitif dan non-kompetitif. Alokasi pembelian non-kompetitif untuk SUN seri SPN20100311 adalah sebesar 50% dari target indikatif, sedangkan untuk SUN seri FR0036 sebesar 20% dari total yang dimenangkan.
Pemerintah memiliki hak untuk menjual keempat seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan. Lelang dibuka pada tanggal 10 Maret 2009 pukul 10.00 WIB dan ditutup pukul 12.00 WIB, sedangkan hasil lelang akan diumumkan pada hari yang sama. Settlement akan dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2009.
(dnl/ir)










































