Libur Panjang, IHSG Waspada

Libur Panjang, IHSG Waspada

- detikFinance
Jumat, 06 Mar 2009 08:05 WIB
Libur Panjang, IHSG Waspada
Jakarta - Pasar saham dalam negeri akan lebih waspada menyusul ambruknya saham-saham di Wall Street dan regional. Pelaku pasar juga memilih melepas saham untuk keamanannya menjelang libur panjang pekan ini.

Bursa Efek Indonesia akan tutup 9 Maret 2009 karena libur nasional hari Maulid Nabi SAW. Panjangnya libur tersebut biasanya disikapi pelaku investor dengan tidak banyak belanja saham.

Alhasil, pada perdagangan saham akhir pekan Jumat (6/3/2009) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan mengalami tekanan terutama dari faktor eksternal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Nikkei Jepang pada Jumat pagi ini dibuka merosot hingga 224,84 poin (3,02%) menjadi 7.208,65. Anjloknya Wall Street mengikuti penurunan tajam yang terjadi di Wall Street.

Saham-saham di Wall Street kembali merosot tajam, di tengah mencuatnya lagi kemungkinan bangkrutnya General Motors (GM). Indeks Dow Jones dan Standard & Poor's 500 turun ke titik terendahnya lagi dalam 12 tahun.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis waktu AS (5/3/2009), indeks Dow Jones ditutup merosot hingga 281,40 poin (4,09%) ke level 6.594,44. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 30,32 poin (4,25%) ke level 682,55 dan Nasdaq juga merosot 54,15 poin (4%) ke level 1.299,59.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Kamis (5/3/2009) turun 1,306 poin (0,1%) menjadi 1.288,074.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Pada awal perdagangan indeks sempat menembus support 1.300 namun aksi profit taking marak mewarnai khususnya di sektor keuangan setelah kemarin menguat 4% sehingga indeks melemah tipis 1 poin keposisi 1.288. Profi taking tersebut wajar menjelang long weekend sehingga bisa mengurangi posisi dan risiko bila masih tetap hold. Pergerakan harian masih sama di level 1.260-1.300  dengan pilihan saham: PNBN, BBCA, LSIP, ASII dan TLKM.  

eTrading Securities

Saham AS kembali anjlok tajam, dipicu kekhawatiran atas kestabilan bank-bank dan General Motors. Dow merosot 281,40 poin (-4,1%) dan tertutup di level 6594,4 untuk pertama kalinya sejak April 1997. S&P500 -4,25% dan Nasdaq -4%. Saham finansial terpukul: Citigroup -9,82% ke $1,02 dan sempat turun dibawah $1 untuk pertama kalinya. Wells Fargo -15,94% dan JPMorgan -13,99% setelah Moody's meragukan peringkat mereka, sedangkan Bank of America -11,7%. General Motors -15,45% setelah auditor menyangsikan kemampuannya untuk bertahan. Wal-Mart berhasil menguat +2,6% setelah penjualan menambah dan dividen dinaikan. Dalam data ekonomi, pengajuan pengangguran turun 31.000 minggu lalu ke 639.000 dan penggajuan yang berlanjut turun 14.000 ke 5,11 juta.

Regional di buka mengikuti penurunan Dow semalam. Nikkei – 2.6%, STI -1%, kospi 1,4%. ISX hari ini diperkirakan akan bergerak serupa dengan regional. Perdagangan ISX kemarin masih di gerakan oleh beberapa saham spekulasi, seperti MEDC +4% setelah petro china aggressive membeli cadangan minyak di Area 47. BYAN +15% melaporkan guidance pendapatan 4Q08 serupa dengan prediksi pasar, yang dimana 3Q08 sebelumnya mencatat penurunan derastis akibat tinggi overburden di tambang baru. Hari ini sedikit pencerahan dari Indonesia. Pemerintah akan memulai proyek infrastruktur minggu depan dan penjualan mobil kembali naik. Untuk Infrastruktur kita menyukai Cement – INTP, SMCB, SMGR dan Construction WIKA, DGIK, ADHI. Namun dari sisi lain, BI Rate 7,75% terendah sejak tahun 2005 namun transmisi dari bank masih menjadi ujung tombak realisasi di sektor real. Banking dan Property akan menjadi favorite untuk periode ini. Kita Buyer untuk saham: BBRI, BBCA, BDMN dan CTRA, CTRP, ELTY dan SMRA.

(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads