Danareksa Pangkas Obligasi Jadi Rp 200 Miliar

Danareksa Pangkas Obligasi Jadi Rp 200 Miliar

- detikFinance
Jumat, 06 Mar 2009 17:40 WIB
Danareksa Pangkas Obligasi Jadi Rp 200 Miliar
Jakarta - PT Danareksa (Persero) memutuskan memangkas target dana penerbitan Obligasi IV Danareksa Tahun 2009 dari Rp 300 miliar menjadi Rp 200 miliar. Tingginya tingkat suku bunga acuan menjadi alasan utamanya.

"Ya, rencana penerbitan obligasi kita ubah dari Rp 300 miliar menjadi Rp 200 miliar," ujar Executive Director Danareksa, Wahzary Wardaya usai paparan di hotel Intercontinnental, Jakarta, Jumat (6/3/2009).

Menurut Wahzary, tingginya tingkat suku bunga acuan membuat perseroan memangkas rencana penerbitan obligasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penerbitan obligasi ini kan menggunakan acuan bunga FR22 yang kira-kira masih di level 11,6%. Kalau kita terbitkan Rp 300 miliar, bunganya akan memberatkan," jelas Wahzary.

Kendati demikian, perseroan masih memegang izin menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar. Jika dalam kurun waktu satu bulan ke depan suku bunga FR22 turun, Wahzary mengatakan, perseroan bisa mengubah lagi rencana penerbitan obligasi seperti semula sebesar Rp 300 miliar.

"Kita masih pegang izin terbitkan Rp 300 miliar. Kalau hingga diterbitkan FR22 sudah turun ke 10% misalnya, tentu kita bisa terbitkan Rp 300 miliar," ujarnya.

Obligasi Danareksa IV Tahun 2009 rencananya diterbitkan dengan tenor 2 tahun. Kisaran kupon bunga yang akan ditetapkan menggunakan acuan FR22+300 s/d 400 basis poin atau berkisar antara 14,6% hingga 15,6%.

Pembayaran kupon bunga akan dilakukan setiap 3 bulan. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Bahana Securities, PT Danareksa Securities dan PT Trimegah Securities Tbk (TRIM).

PT Bank Mega Tbk (MEGA) bertindak sebagai wali amanat. Obligasi ini memperoleh peringkat id.A- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

"Seluruh dana hasil obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk modal kerja seperti penjaminan emisi, perantara perdagangan efek, dan sebagainya," ujar Wahzary.

Masa penawaran awal (book building) digelar pada 6-17 Maret 2009. Pernyataan diharapkan diperoleh pada 31 Maret 2009. Masa Penawaran dijadwalkan pada 6-8 April 2009. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 April 2009.

(dro/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads