Danareksa Terima Pembayaran Repo Rp 170 Miliar Maret Ini

Danareksa Terima Pembayaran Repo Rp 170 Miliar Maret Ini

- detikFinance
Jumat, 06 Mar 2009 17:53 WIB
Danareksa Terima Pembayaran Repo Rp 170 Miliar Maret Ini
Jakarta - PT Danareksa Sekuritas akan memperoleh pembayaran utang repurchase agreement (repo) berbasis saham hingga Rp 170 miliar pada Maret 2009.

"Bulan ini kita akan terima pembayaran utang repo. Jumlahnya hingga Rp 170 miliar," ujar Direktur Danareksa, Harry Wiguna usai paparan di hotel Intercontinnental, Jakarta, Jumat (6/3/2009).

Sayangnya, Harry enggan membeberkan siapa pihak yang memiliki utang repo tersebut. Namun menurut kabar yang beredar, PT Dinar Sekuritas merupakan salah satu pihak tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pokoknya ada beberapa yang akan melunasi utang repo ke kita bulan ini. Nggak enak kalau saya sebut namanya," ujar Harry.

Pada Desember lalu, Danareksa juga telah menerima pembayaran utang repo yang sudah jatuh tempo. "Jumlahnya kira-kira Rp 200 miliar," ujar Harry.

Harry mengatakan, masalah repo dan transaksi derivatif memang menjadi salah satu masalah yang sempat memukul kinerja Danareksa. Namun menurutnya, semua bisa ditangani dengan baik.

"Karena kita sudah menyetop pembelian repo sejak kondisi market ambruk Oktober lalu. Jadi yang ada sekarang hanya utang repo yang masih berjalan saja. Sejak Oktober sudah tidak ada pembelian repo baru," ujarnya.

Harry juga mengatakan, perseroan tidak pernah melakukan reverse repo, sehingga tidak terlalu memberatkan kinerja perseroan.

"Kita tidak pernah melakukan penjualan kembali repo ke pihak lain (reverse repo). Repo yang kita beli selalu berhenti di kita. Jadi pengaruhnya tidak terlalu besar," jelas Harry.

Harry juga mengatakan, dalam membeli repo perseroan tidak fokus pada satu grup saja. Danareksa membeli repo dari beberapa grup.

"Selain repo yang berbasis saham-saham grup Bakrie, kita juga punya repo yang berbasis saham-saham grup Bhakti dan sebagainya. Jadi ketika harga saham-saham grup Bakrie ambruk, kita tidak terlalu jatuh," ujar Harry.

(dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads