Nasabah Sarijaya Unjuk Rasa ke BEI 12 Maret

Nasabah Sarijaya Unjuk Rasa ke BEI 12 Maret

- detikFinance
Minggu, 08 Mar 2009 10:33 WIB
Nasabah Sarijaya Unjuk Rasa ke BEI 12 Maret
Jakarta - Nasabah-nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas berencana menggelar aksi unjuk rasa ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Kamis (12/3/2009). Nasabah menuntut BEI segera menyelesaikan hilangnya uang nasabah.

"Hari Kamis pekan depan, kita (nasabah) berencana unjuk rasa besar-besaran ke BEI," ujar Teguh Hartono, koodinator nasabah Sarijaya cabang Bogor saat dihubungi detikFinance, Minggu (8/3/2009).

Teguh mengatakan, aksi unjuk rasa akan dilakukan sebelum Sesi II perdagangan Kamis 12 Maret 2009 dimulai. Teguh yang mewakili nasabah-nasabah Sarijaya menyerukan agar seluruh nasabah bisa meluangkan waktunya untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita menyerukan pada semua nasabah di seluruh Indonesia agar ikut dalam aksi ini. Konfirmasi yang sudah saya dapat dari nasabah-nasabah cabang Jakarta. Kita akan coba galang rencana aksi ini pada semua nasabah," ujar Teguh.

Menurut Teguh, nasabah-nasabah merasa perlu melakukan aksi ini guna kembali mengingatkan pada pihak BEI, KPEI dab KSEI bahwa masalah Sarijaya belum terselesaikan dan hingga saat ini masih terkatung-katung.

"Tuntutan kita BEI, KSEI dan KPEI ikut bertanggung jawab atas masalah ini. Mereka kan punya tugas melakukan pengawasan. Tapi kok masalah ini bisa terjadi, uang kita bisa hilang. Artinya mereka gagal dalam melaksanakan pengawasannya. Kita ingin mereka tidak lepas tangan dan ikut bertanggung jawab," tegas Teguh.

Komisaris Utama Sarijaya Herman Ramli diduga telah menggelapkan uang nasabah sebesar Rp 245 miliar. Jumlah ini masih sementara. Hingga saat ini masalah ini belum dapat diselesaikan dengan baik. Uang nasabah yang hilang nasibnya masih terkatung-katung.

Vier Jamal, perwakilan konsorsium 4 investor telah menyatakan niatnya membeli 100% saham Sarijaya. Vier memberikan penawaran sebesar Rp 250 miliar.Β  Jika transaksi ini jadi dilaksanakan, setidaknya dapat membantu penyelesaian hilangnya uang nasabah.

Namun realisasinya masih jauh dari harapan lantaran Herman Ramli belum mau melepas 100% sahamnya di Sarijaya pada penawaran Vier. Herman Ramli memberikan angka yang sangat tinggi sebesar Rp 500 miliar. Penawaran tersebut didasarkan pada hasil audit tim penilai yang ditunjuk Herman, yang menyebutkan aset Sarijaya sebesar Rp 577,16 miliar dengan kewajiban Rp 358,96 miliar serta modal sebesar Rp 218,19 miliar.

Berbeda dengan Herman, hasil audit tim penilai yang ditunjuk Vier menyebutkan aset Sarijaya hanya sebesar Rp 17,06 miliar dengan kewajiban 235,73 miliar dan modal minus Rp 181,34 miliar.

Menurut Vier, hasil audit Herman tidak masuk akal. Vier menuding Herman telah menggelembungkan nilai aset Sarijaya agar bisa melepas 100% sahamnya di harga tinggi. Bapepam sendiri menyebutkan angka yang berbeda. Menurut Bapepam, aset Sarijaya hanya tersisa sebesar Rp 6,58 miliar.

Melihat perbedaan angka-angka tersebut, nasabah merasa bahwa hilangnya uang mereka tidak akan dapat dikembalikan jika hanya menunggu terwujudnya transaksi jual beli Sarijaya. Oleh sebab itu, nasabah akan menggelar aksi unjuk rasa ke BEI untuk menuntut ganti rugi uang nasabah.

"Kenyataannya uang kita hilang. Padahal seharusnya KPEI menjamin uang kita. Ini salah satu tuntutan kita," tegas Teguh. (dro/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads