Nikkei Terendah dalam 26 Tahun

Nikkei Terendah dalam 26 Tahun

- detikFinance
Senin, 09 Mar 2009 16:38 WIB
Nikkei Terendah dalam 26 Tahun
Tokyo - Perekonomian Jepang semakin suram di tengah tekanan krisis. Untuk pertama kalinya Jepang mencatat defisit neraca berjalan pada Januari 2009, sekaligus mengantarkan indeks Nikkei ke titik terendahnya dalam 26 tahun terakhir.

Pada perdagangan Senin (9/3/2009), indeks Nikkei merosot hingga 1,21% ke level 7.086,03 poin, yang merupakan terendah sejak 6 Oktober 1982. Nikkei sudah merosot hingga 20% sepanjang tahun 2009, setelah pada tahun 2008 juga anjlok hingga 42%.

Kemerosotan bursa terjadi setelah pemerintah Jepang melaporkan rekor defisit neraca berjalan pada Januari, untuk pertama kalinya sejak 13 tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ekspor merosot dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada sebelumnya. tidak ada jalan keluar dari situasi saat ini bagi Jepang hingga beberapa saat," ujar Norio Miyazaki, ekonom dari Shinko Research Institute seperti dikutip dari AFP.

Jepang mencatat defisit neraca berjalan hingga 172,8 miliar yen (US$ 1,8 miliar) pada Januari. Defisit terutama dipicu oleh anjloknya ekspor hingga 50 persen lebih. Negara yang menggantungkan perekonomiannya dari ekspor ini terutama terpukul oleh anjloknya permintaan mobil, barang-barang teknologi dan permesinan. Data ini sekaligus menunjukkan perekonomian Jepang terjatuh ke resesi terburuk sejak Perang Dunia II.

"Jepang tergantung pada permintaan di luar negeri, sehingga perekonomiannya tidak akan pulih kecuali ekspor meningkat lagi. Namun data ini menunjukkan bahwa skenario pemulihan masih jauh dari jangkauan," ujar Mitsushige Akino, chief fund manager dari Ichiyoshi Investment Management.

Bursa Asia Berjatuhan


Tak hanya indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo, mayoritas bursa-bursa Asia pun juga berjatuhan. Indeks Hang Seng di Bursa Hong Kong ditutup merosot hingga 576,94 poin (4,8%) ke level 11.344,58. Saham HSBC tercatat merosot hingga 24% karena kekhawatiran tentang rencana penambahan modal.

Sementara bursa Shanghai juga tercatat merosot hingga 3,39%. Indeks Straits Times di Bursa Singapura juga ditutup merosot 3,71% atau 56,17 poin ke level 1.456,95. Namun indeks KOSPI di Bursa Korsel ditutup naik 1,58% ke level 1.071,73. Sementara Bursa Efek Indonesia tercatat masih libur memperingati Maulid Nabi Muhammad.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads