Sebelum kasus penggelapan dana nasabah oleh Komisaris Utama Sarijaya, Herman Ramli, Sarijaya adalah perusahaan sekuritas yang paling banyak memiliki nasabah ritel. Terdapat lebih dari 7.568 rekening efek nasabah Sarijaya di berbagai kota di Indonesia.
"Yang kita undang itu ada sekitar 105 AB, yaitu yang dipilih oleh nasabah. Mereka yang diminta nasabah untuk pemindahan rekening," ujar Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI, T Guntur Pasaribu di gedung BEI, kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (10/3/2009).
Penunjukkan AB ini selain pilihan dari nasabah juga atas inisiatif Bapepam LK agar proses pemindahan rekening nasabah segera tuntas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guntur juga mempersilakan nasabah datang ke BEI jika tujuannya jelas. Hal ini terkait dengan rencana nasabah Sarijaya untuk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran ke BEI pada 12 Maret 2009. Nasabah menuntut BEI segera menyelesaikan hilangnya uang nasabah.
"Silakan saja kalau tujuan mereka jelas. Anytime kan kita bisa melayani nasabah. Jadi kalau mau datang misinya apa dulu. Kalau sudah clear semuanya mendingan ditunggu dengan baik, toh kita tidak berdiam diri. Pertemuan itu kita sudah program dari awal," katanya.
Mengenai kerugian transaksi marjin yang dialami nasabah Sarijaya, Guntur mengatakan hal itu harus dibereskan dulu oleh nasabah dan perseroan. Sarijaya akan mengecek dulu apakah nasabah masih memiliki utang atau belum.
"Manajemen Sarijaya kan harus meng-clear-kan jadi setiap terjadinya suatu risiko dari nasabah. Jadi katakan nasabah punya 100 saham Telkom, dia kan cek ke depositonya apakah nasabah ini pernah punya utang. Kalau ada ya tolong dibereskan dulu atau sebaliknya," tutur Guntur.
(ir/qom)











































