"Kelima direktur tersebut mundur dengan alasan pribadi dan pengunduran tersebut akan efektif per 11 Maret 2009," kata Corporate Secretary Hanson, Rony Agung Suseno dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia, Selasa (10/3/2009).
Kelima direktur yang mundur itu adalah:
- Dirut H Moch Fathony
- Direktur Irwan Lubis
- Direktur Harun Setiawan Boedi
- Direktur Socrates Rudy Sirait
- Direktur Irwando Saragih
Selanjutnya pengelolaan perusahaan diserahkan kepada direksi yang masih ada yaitu Irwan Suria dan Ingrid Suria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suspensi dilakukan karena perseroan belum memberikan tanggapan atas permintaan penjelasan Bursa serta adanya potensi keraguan atas kelangsungan usaha perseroan.
Hanson semula adalah perusahaan yang bergerak di industri tekstil. Namun kemudian berganti usaha ke perdagangan dan terakhir ke pertambangan batubara.
Sejak tahun 2005 Hanson terus membukukan kerugian yakni tahun 2005 rugi Rp 14,426 miliar, tahun 2006 rugi Rp 92,107 miliar dan tahun 2007 rugi Rp 137,166 miliar.
Sementara pada triwulan III-2008 (per 30 September 2008) Hanson sama sekali tidak memiliki pendapatan alias nol sehingga membukukan rugi bersih hingga Rp 228,706 miliar.
Pemegang saham Hanson per 28 Februari 2009 adalah PT Indomitra Securities sebesar 16%, BNI Securities 19%, PT Kencana Raya Nusa Semeste 20%, PT Semesta Indovest 15%
(ir/qom)











































