Penguatan saham secara signifikan terjadi setelah Wall Street dirundung kemerosotan secara terus menerus. Pada perdagangan Selasa (10/3/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melonjak hingga 279,44 poin (5,80%) ke level 6.926,49.
Indeks Standard & Poor's 500 juga menanjak hingga 43,05 poin (6,36%) ke level 719,58 dan Nasdaq menguat tajam hingga 89,64 poin (7,07%) ke level 1.358,28.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya paling berbesar hati dengan kekuatan bisnis kita sejauh ini di tahun 2009. Kami mencatat untung dalam dua bulan pertama di 2009 dan mencatat kinjerja kuartal terbaik sejak kuartal III-2007," ujar Pandit seperti dikutip dari Reuters, Rabu (11/3/2009).
Citigroup mencatat pendapatan US$ 2,2 miliar pada triwulan III-2007. Dan itulah terakhir kalinya Citigroup mencatat laba sebelum akhirnya krisis menerpa dunia. Namun kabar baik dari Pandit ini langsung membuat saham Citigroup bergairah.
Saham Citigroup melonjak hingga 38%, sekaligus mengangkat saham-saham finansial lainnya. Padahal sebelumnya saham Citigroup terus tertekan bahkan sempat diperdagangkan berada di bawah US$ 1. Secara total, saham Citigroup telah merosot hingga 80% dalam setahun terakhir.
"Apa yang membuat pasar bergerak adalah memo dari Pandit pagi ini. Setiap petunjuk kecil dari kabar baik, maka pasar ini akan meresponsnya," ujar Stephen Massocca, managing director Wedbush Morgan.
Kabar baik Citigroup ini sekaligus menghapuskan catatan buruk bursa saham sehari sebelumnya. Bursa-bursa Asia sebelumnya tercatat melemah, bahkan indeks Nikkei-225 di bursa Tokyo masih terpuruk ke titik terendah dalam 26 tahun terakhir.
"Pasar sensitif terhadap kabar buruk dan menjadi lebih sensitif terhadap kabar baik," ujar Bob Parker, chairman dari Credit Suisse.
Kabar dari Citigroup ini sekaligus membuat dolar AS melemah. Terhadap yen, dolar AS melemah ke posisi 98,68 dan euro menguat ke 1,2676 dolar.
Saham-saham sektor finansial juga menguat seperti Bank of America yang melonjak hingga 28%, Wells Fargo naik 18,5%, JPMorgan naik 23%.
Demikian pula saham-saham teknologi yang melonjak tajam seperti Apple Inc naik hingga 6,6%, Microsoft naik 8,8%, Qualcomm naik 7,2%.
Perdagangan sangat bergairah, di New York Stock Exchange mencapai 2,19 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,39 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 2,28 miliar. (qom/qom)











































