IHSG Tangkap Peluang Penguatan

IHSG Tangkap Peluang Penguatan

- detikFinance
Rabu, 11 Mar 2009 07:33 WIB
IHSG Tangkap Peluang Penguatan
Jakarta - Pasar saham dalam negeri menangkap peluang untuk melanjutkan kembali penguatannya seiring positifnya Wall Street dan bursa saham regional. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyisir level 1.300-an.

Saham komoditas tetap menjadi perhatian pelaku pasar karena harga minyak yang tetap bertahan di level US$ 45,85 per barel. Invesor juga mulai melakukan akumulasi beli meski dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Alhasil, pada perdagangan saham Rabu (11/3/2009) IHSG diprediksi akan menikmati angin segar dari faktor eksternal maupun animo belanja pemodal dalam negeri yang mulai bertambah dikit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Nikkei Jepang pada Rabu pagi ini dibuka menguat 110,41 poin (1,56%) menjadi 7.165,39. Nikkei mengikuti penguatan yang terjadi di Wall Street.

Wall Street melaju cepat berkat kabar dari Citigroup yang menyatakan telah meraup laba pada Januari. Pengumuman Citigroup itu sekaligus mengikis keragu-raguan akan masa depan raksasa finansial itu.

Penguatan saham secara signifikan terjadi setelah Wall Street dirundung kemerosotan secara terus menerus. Pada penutupan perdagangan saham Selasa waktu AS (10/3/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melonjak hingga 279,44 poin (5,80%) ke level 6.926,49.

Indeks Standard & Poor's 500 juga menanjak hingga 43,05 poin (6,36%) ke level 719,58 dan Nasdaq menguat tajam hingga 89,64 poin (7,07%) ke level 1.358,28Β Β Β 

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa kemarin (10/3/2009) IHSG naik 13,522 poin (1,05%) menjadi 1.300,215.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Di tengah sentimen negatif bursa regional dan paska libur panjang, indeks kembali menguji level 1.300 yang pada akhir pekan lalu gagal ditembus. Investor domestik lebih mendominasi transaksi didukung asing yang ikut akumulasi. Level 1.300 diperkirakan bakal menjadi support dan penguatan indeks berpeluang lanjut didukung saham blue chip ditambah MACD menunjukkan arah divergence positif. Indeks bakal bergerak dikisaran 1.280-1.330 dengan pilihan saham: PGAS, LSIP, HEXA, UNTR, dan UNVR.Β 

eTrading Securities

Positif surprise dari pergerakan Dow semalam, setelah W.Buffet mengatakan "economic fall from the cliff" Dow Jones meroket +6%. Investor beburu saham yang murah meriah di pasar Amerika setelah Citigroup memberi indikasi laporan keuangan untuk 1Q09 akan mencatat peningkatan. Investor berspekulasi, ini adalah bottom dari krisis ekonomi. Gold anjlok -6% ($896/oz) dan Crude Oil -3% ($45/barrel).

Saham AS melonjak kuat dengan Dow naik 379,44 poin (+5,8%) ke 6.926,49, S&P500 +6,37% dan Nasdaq +7,07%, dalam sesi yang sangat ramai dengan perdagangan yang mencapai volume 2,2 milyar saham. Investor dihibur oleh pernyataan dari CEO Citigroup, Vikram Pandit, bahwa bank nya berhasil mencatat laba dalam 2 bulan pertama di 2009, dan sangat yakin atas daya modal nya. Saham Citigroup meloncat 38% dan ditutup $1,45. Kabar ini disusul oleh berita bahwa aturan uptick untuk short-selling saham kemungkinan akan diterapkan kembali. Saham finansial terangkat oleh kabar-kabar ini: Bank of America +27,73%, HSBC +11,42% Capital One +15,12%, Wells Fargo +18,5% dan JPMorgan +23%. Saham teknologi juga ikut menguat: Intel +10,92%, Microsoft +8,8% dan Apple +6,6%. Demikian juga beberapa saham pendorong Dow: Alcoa +13,53%, DuPont +11,03% dan GE +19,7%. Sementara itu, SEC dilaporkan bahwa tidak mempunyai rencana untuk mengsuspen aturan akunting "mark-to-market".

Di konter komoditas lainnya, CPO menguatΒ  2% (RM2040/MT), Tin -1% ($11.270/MT) dan Nickel -2% ($9.550/MT). Pagi ini regional di buka, rata-rata meroket Nikkei +3%, Straits Times dan Kospi +3%. Rupiah kembali menguat tipis, dibawah Rp12.000. Investor berspekulasi BI akan intervensi rupiah. Foreign Reserve di BI meningkat US$ 3 miliar dari hasil penjualan bond ke luar negeri menjadi US$ 53,7 miliar.

IHSG diprediksikan akan membuat gap atas hari ini. Indonesia adalah salah satu negara yang akan mencatat positif pertumbuhan ekonomi di tahun ini setelah china dan india. Indonesia juga kaya akan komoditas (Lebih defensive di masa krisis) dan Indonesia memiliki populasi terbesar ke empat di dunia (konsumsi domestic berskala besar). Sehingga badai yang terjadi diluar tidak akan besar di Indonesia. Untuk komoditas, rekomendasi kita AALI, INCO, ADRO, BUMI, PTBA dan ITMG dan untuk Property ELTY, CTRA, SMRA, dan CTRP. Untuk katalis stimulasi di sektor infrastruktur rekomendasi kita, WIKA, ADHI, dan DGIK. Sementara Untuk Energy PGAS dan MEDC, dan Banking BBRI.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads