Sistem Investor Area Bakal Molor

Sistem Investor Area Bakal Molor

- detikFinance
Rabu, 11 Mar 2009 17:40 WIB
Sistem Investor Area Bakal Molor
Jakarta - Penerapan sistem baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diberi nama System Investor Area kelihatannya bakal molor dari jadwal yang ditetapkan semula. Sosialisasi ke anggota-anggota bursa (AB/sekuritas/broker) belum rampung.

"Kita lihat dulu apakah pertengahan Maret ini kesiapan para AB sudah sampai dimana, baru bisa kita tentukan kapan akan diberlakukan," ujar Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Trisnadi Yulrisman di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (11/3/2009).

Trisnadi mengatakan, pada dasarnya persiapan sistem sudah selesai dilaksanakan. Namun realisasi penerapan sistem ini masih harus menunggu kesiapan para AB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sedang menunggu kesiapan para broker. Sistem sudah siap. Tapi harus kita sosialisasikan dulu, seperti data-data apa saja yang akan disajikan dan sebagainya," jelas Trisnadi.

Trisnadi mengatakan, proses sosialisasi sistem ini masih terus dilakukan baik oleh KSEI, BEI maupun PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI). Kendati demikian, Trisnadi mengatakan bahwa upaya merealisasikan System Investor Area tetap dilakukan semaksimal mungkin.

Semula, penerapan sistem ini dijadwalkan aktif pada Februari lalu. Namun karena masih persiapan sistem, jadwal diundur hingga akhir Maret 2009. Terakhir, sebagaimana dikatakan Trisnadi, jadwal tersebut kemungkinan bisa molor lagi, mengingat kesiapan dari para AB masih perlu disosialisasikan lebih lanjut.

Sistem Investor Area merupakan sistem yang memberikan fasilitas bagi para investor untuk melakukan pengecekan langsung atas portofolionya ke data yang ada di KSEI. Dengan adanya sistem ini, diharapkan akan bisa mengantisipasi penyalahgunaan atau penyelewengan dana maupun efek nasabah oleh pihak-pihak tertentu seperti sekuritas dan sebagainya.

Ide membangun sistem ini diawali munculnya kasus-kasus penyelewengan dana nasabah seperti pada kasus PT Sarijaya Permana Sekuritas. Kasus Sarijaya merupakan salah satu kasus terbesar yang muncul tahun ini.

Kasus penggelapan dana nasabah Sarijaya senilai Rp 245 miliar oleh Komisaris Utama Sarijaya Herman Ramli, mendapat sorotan tajam. Hingga saat ini masalah dalam proses hukum.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads