Fitch Turunkan Peringkat XL

Fitch Turunkan Peringkat XL

- detikFinance
Kamis, 12 Mar 2009 09:10 WIB
Fitch Turunkan Peringkat XL
Jakarta - Perusahaan pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan peringkat nasional jangka panjang PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) ke 'AA-(idn)' dari sebelumnya 'AA(idn)'.

Prospek (outlook) untuk peringkat nasional jangka panjang tersebut adalah Stabil. Pada saat yang sama, Fitch juga menurunkan peringkat obligasi senior sejumlah Rp 1,5 triliun ke 'AA-(idn)' dari sebelumnya 'AA(idn)'.

"Penurunan peringkat XL mencerminkan memburuknya beberapa rasio keuangan di tahun 2008, dengan rasio utang bersih (net adjusted leverage ratio) melemah dari 2,5 kali di tahun 2007 menjadi 3,3 kali di tahun 2008 dan rasio dana operasional (funds from operations) terhadap biaya bunga kotor (gross interest expense) menurun dari 5,9x di tahun 2007 ke 4,2x di tahun 2008," kata Priya Gupta, Direktur di Fitch Asia Pasifik untuk tim telekomunikasi, media dan teknologi dalam siaran pers, Kamis (12/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memburuknya performa XL terutama disebabkan oleh besarnya biaya pengembangan jaringan (network) sebesar Rp 11,4 triliun di tahun 2008 yang sebagian besar dibiayai dengan pinjaman bank," kata Priya menambahkan.

Selama tahun 2008, jumlah pelanggan XL tumbuh sebesar 68% menjadi 26 juta sehingga pangsa pasar XL meningkat menjadi sekitar 19%, naik dari 17% pada periode sebelumnya.

Perang tarif yang agresif sepanjang tahun 2008 telah memberikan manfaat yang lebih besar bagi XL dibandingkan operator lain. Terlihat dari peningkatan pangsa pasar XL dengan menggerus pangsa pasar PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Indosat Tbk.

Namun demikian, reaksi yang agresif dari Telkomsel telah berimbas terhadap memburuknya performa keuangan XL di kuartal terakhir tahun 2008, sebagai akibat dari perpindahan pelanggan dari satu operator ke operator lain.

Sehingga pada kuartal keempat tahun 2008 (Q408), XL mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 10,5% dan penurunan EBITDA sebesar 32% yang mengakibatkan EBITDA margin menurun ke 41,7% dari 55.3% pada kuartal sebelumnya. Walaupun kondisi persaingan diperkirakan akan tetap menantang di masa mendatang, Fitch memperkirakan performa keuangan yang kurang baik di kuartal IV-2008 bukan merupakan suatu tren yang akan berkelanjutan.

Pasar telepon nirkabel (wireless) di Indonesia memiliki kompetisi yang ketat dengan total pemain sebanyak 11 operator di tahun 2008. Pada akhir Desember 2008, jumlah pelanggan telah mencapai sebanyak 160 juta mencerminkan tingkat penetrasi sebesar 69%, namun dengan memperhitungkan pelanggan yang memiliki beberapa kartu SIM, Fitch memperkirakan tingkat penetrasi sebenarnya lebih rendah yaitu sekitar 50%.

Dengan tingkat penetrasi yang masih sedang, tingkat pertumbuhan diproyeksikan akan tetap tinggi dalam jangka menengah. Tingkat persaingan yang ketat selama tahun 2008 telah menyebabkan turunnya tarif kartu pra-bayar secara drastis namun tingkat pemakaian per menit jauh di bawah perkiraan awal. Maka daripada itu, Fitch berpendapat bahwa operator-operator akan mengadopsi strategi yang lebih rasional di tahun 2009.

Penurunan rencana belanja modal XL yang cukup besar di tahun 2009 menjadi sekitar US$ 600-700 juta, akan mendukung matriks utang perusahaan yang relatif stabil di tahun 2009 dibandingkan tahun 2008. Belanja modal tersebut diperkirakan akan dibiayai dengan penambahan hutang. Walaupun demikian, rencana ekspansi tersebut akan tergantung kepada kestabilan kondisi usaha dan pengaruh dari memburuknya perekonomian di tahun 2009.

Prospek Stabil mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa XL akan mampu mempertahankan profil kredit yang stabil seusai dengan peringkatnya di tahun 2009. Namun demikian, penurunan peringkat dimungkinkan apabila rencana belanja modal (yang dibiayai penambahan utang) jauh melebihi proyeksi awal dan atau memburuknya kondisi operasional (seperti kompetisi tarif yang irasional atau regulasi yang kurang mendukung) sehingga menyebabkan rasio hutang bersih melebihi 3,5x secara berkesinambungan. Fitch akan menilai ulang peringkat XL setelah memperoleh laporan keuangan semester pertama tahun 2009.

Peringkat XL mencerminkan posisinya sebagai salah satu operator telepon nirkabel di Indonesia, yang memiliki laba operasional yang tinggi dengan prospek pertumbuhan yang positif. Walaupun faktor dukungan dari perusahaan induk Telekom Malaysia International Bhd tidak diperhitungkan oleh Fitch di dalam menentukan peringkat untuk XL, namun Fitch mencatat bahwa XL memiliki posisi strategis sebagai investasi luar negeri terbesar dari Telekom Malaysia International Bhd.

Peringkat XL dibatasi oleh regulasi yang tidak menentu, arus kas bersih (Free Cash Flow) yang negatif akibat rencana belanja modal yang besar dan adanya risiko sosial, politik, ekonomi dan fluktuasi nilai tukar mata uang. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads