"Ya ada satu dua investor asing yang mau backdoor listing ke BEI," ujar Presiden Direktur CIMB-GK, Bernard Thien usai peluncuran CIMB Trader di kantornya, SCBD, Jakarta, Kamis (12/3/2009).
Sayangnya, Bernard enggan menyebutkan nama perusahaan-perusahaan tersebut. Ia hanya mengatakan, jika kondisi pasar modal Indonesia membaik, rencana tersebut akan dilakukan tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bernard mengatakan, saat ini perusahaan sekuritas papan atas asal Malaysia tersebut sedang mencari perusahaan-perusahaan go public untuk dijadikan pintu masuk bagi dua investor tersebut.
"Masih kita lihat-lihat perusahaannya. Nanti kalau jadi kita kabari," ujarnya.
Backdoor listing merupakan salah satu cara suatu perusahaan untuk masuk tercatat sebagai emiten di BEI tanpa harus menyelenggarakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO). Caranya adalah dengan mengakuisisi mayoritas saham emiten tertentu, kemudian biasanya diiringi dengan penggantian nama dan diversifikasi usaha pada perusahaan sasaran.
Contoh backdoor listing antara lain masuknya Grup Bosowa ke lantai bursa melalui PT Metamedia Technology Tbk (META) yang kemudian berubah nama menjadi PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Contoh terbaru, masuknya Ancora Resources ke PT TD Resources Tbk (OKAS). Setelah masuknya Ancora, TD Resources berubah nama menjadi PT Ancora Indonesia Resources Tbk. (dro/ir)











































