IHSG Andalkan Dorongan Regional

IHSG Andalkan Dorongan Regional

- detikFinance
Jumat, 13 Mar 2009 07:42 WIB
IHSG Andalkan Dorongan Regional
Jakarta - Pasar saham dalam negeri mengandalkan dorongan bursa regional menyusul sepinya sentimen positif dalam negeri. Pelaku pasar masih akan fokus pada pergerakan saham bank, tambang dan infrastruktur.

Namun karena minimnya insentif segar dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan Jumat (13/3/2009) cenderung bergerak sideways (menyamping).

Bursa saham regional pagi ini diprediksi cenderung positif seperti Nikkei Jepang Jumat pagi ini dibuka menguat 3,49% atau 251,15 poin ke posisi 7.449,40.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nikkei mengikuti Wall Street yang kembali bergairah, dengan indeks Dow Jones menggapai lagi level 7.000. Investor mendapat semangat dari peringkat General Electric dan data penjualan ritel yang menunjukkan belanja konsumen sudah stabil.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (12/3/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat hingga 239,66 poin (3,1%) ke level 7.170,06. Indeks Dow Jones akhirnya kembali ke level 7.000 setelah 27 Februari, namun tercatat masih merosot 49% dari rekor tertingginya pada Oktober 2007.

Sementara indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 29,38 poin (4,07%) ke level 750,74 dan Nasdaq menguat 54,46 poin (3,97%) ke level 1.426,10.
Β Β Β Β Β Β Β Β 
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (12/3/2009) turun 4,105 poin (0,31%) menjadi 1.310,414.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Profit taking secara wajar pada saham-saham unggulan menyebabkan indeks melemah 4 poin ke posisi 1.310. Sepinya sentimen positif ke pasar menyebabkan investor wait and see menunggu konfirmasi apakah Dow kembali terkoreksi atau rebound. Kondisi yang mulai masuk area overbought berpotensi rawan terhadap profit taking kembali. Pergerakan indeks masih sideways di level 1.290-1.330 dengan pilihan saham: ISAT, SGRO, LSIP, HEXA dan ASII.

Panin Sekuritas

IHSG kemarin bergerak melemah -0,31% didorong oleh melemahnya bursa regional. Saham sektor perbankan dan pertambangan menjadi pendorong turunnya indeks. Turunnya pertumbuhan kredit perbankan Kekhawatiran akan resesi masih membayangi pergerakan bursa global. Secara teknikal, IHSG kembali ke dalam pola sideways. Kisaran support-resistance 1.300-1.324.

eTrading Securities


Saham AS menguat untuk ketiga hari berturut-turut: Dow loncat 240 poin (+3,3%) ke 7.170,06, S&P500 +4,07% dan Nasdaq +3,97%. Investor mendapat sentiment positif dari kabar penjualan ritel yang hanya turun 0,1% di Februari dibanding penurunan 0,5% yang diperkirakan. Penjualan ritel yang tidak mencakup penjualan otomotif diperkirakan turun 0,2% malah naik 0,7%. Saham Wal-Mart +3,1%. Sebaliknya investor seakan-akan sudah kebal terhadap data pengangguran yang naik 9.000 ke 654.000 minggu lalu, diatas ekspektasi di 645.000. Di samping itu, inventaris bisnis turun 1,1% di Januari.

Saham GE terangkat 12,72% setelah S&P mempertahankan outlook yang stabil meski telah memangkas peringkatnya ke 'AA+' atas kekhawatiran terhadap unit finansialnya. Saham finansial menguat lagi: Bank of America +18,66%, JPMorgan +13,73% dan Citigroup +8,44%. Sementara itu, Pfizer +9,62% dan Merck +9,53%, sedangkan Exxonmobil +2,1% dan Chevron +3,56% setelah harga minyak naik di atas $43 per barel.

IHSG diperkirakan akan rebound akhir pekan ini seiring positifnya sentiment dari US setelah Dow Back to 7.000 semalam, disertai dengan reboundnya bursa-bursa Asia seperti Nikkei +4.7%, KOSPI +1.1% dan AORD +3.2%. Minyak yang kembali ke kisaran level US$ 47 semalam juga akan memberi sentiment positif bagi sector energy related seperti PGAS, MEDC dan Coal Player. Sektor banking diperkirakan akan terbatas merespons sentiment positif ini karena secara teknikal sudah berada di Oversold area (kesempatan bagus untuk keluar). Indeks diperkirakan akan mencoba menembus resistance penting di 1325 dan tahanan support di 1305.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads