Euro Tunggu Kejutan G-20

Euro Tunggu Kejutan G-20

- detikFinance
Jumat, 13 Mar 2009 08:18 WIB
Euro Tunggu Kejutan G-20
New York - Mata uang tunggal Eropa bergerak stabil terhadap dolar AS karena investor menunggu kejutan dari pertemuan awal negara G-20 di Horsham Inggris pada Sabtu pekan ini.

Euro pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (12/3/2009) stabil di level 1,2864 dolar AS dibandingkan hari sebelumnya 1,2842 dolar AS.

Sementara terhadap mata uang Jepang, euro terkoreksi ke level 125,99 yen dibanding hari sebelumnya 124,94 yen. Sebaliknya dolar AS menguat tipis terhadap yen di posisi 97,93 yen dibanding hari sebelumnya 97,29 yen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan mata uang Swiss franc justru melemah setelah bank sentral menurunkan suku bunga 0,25% yang kini berada di kisaran 0 hingga 0,75%, yang merupakan posisi terendahnya sebagai upaya untuk melawan depresi ekonomi.

Bank Nasional Swiss memprediksi perekonomian negara itu akan mengalami kontraksi 2,5%-3% di tahun 2009 yang meningkat dibanding perkiraan kontraksi sebelumnya 0,5%-1%.

"Pasar kini sedang konsolidasi dengan menunggu sinyal-sinyal dari G-20," kata analis valas David Solin seperti dilansir dari AFP, Jumat (13/3/2009).

Pertemuan G-20 pada Sabtu ini adalah pertemuan awal yang akan dihadiri menteri-menteri ekonomi, sedangkan puncak pertemuan G-20 yang dihadiri para pemimpin negaranya baru berlangsung 2 April 2009.

Namun pasar sudah mulai mengantisipasi karena munculnya spekulasi negara G-20 akan lebih terkoordinasi dalam memutuskan kebijakan untuk penanggulangan krisis finansial global.

"Memang fokus pasar masih pada kondisi perbankan di AS, tetapi kawasan Uni Eropa juga mengalami masalah yang tidak lebih baik," kata Solin.

Rupiah

Sementara rupiah yang pada Kamis kemarin (12/3/2009) menguat cukup baik, rawan akan koreksi diakhir perdagangan pekan ini.

Rupiah pada perdagangan valas pukul 08.00 WIB, Jumat (13/3/2009) ada di level 11.945 per dolar AS dan berada di kisaran 11.900-11.990 per dolar AS.

Rupiah rawan koreksi karena masih minimnya pasokan valas di pasar sementara permintaan masih tetap tinggi.  
   
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads