Sistem Data Nasabah Dinar Sekuritas Bermasalah

Sistem Data Nasabah Dinar Sekuritas Bermasalah

- detikFinance
Jumat, 13 Mar 2009 11:25 WIB
Sistem Data Nasabah Dinar Sekuritas Bermasalah
Jakarta - Sistem data nasabah PT Dinar Sekuritas dinilai bermasalah. Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta perseroan segera merapikan sistemnya agar suspensi dapat segera dibuka.

"Sistem filling data nasabah mereka tidak rapi. BEI sudah meminta mereka segera merapikan baru suspensi dapat dibuka," ujar Direktur Pengawasan BEI, Justitia Tripurwasani ketika ditemui detikFinance di gedung Bapepam, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (13/3/2009).

Menurut Justitia, manajemen Dinar telah memberikan komitmen untuk segera merapikan sistem data nasabah-nasabahnya. Namun manajemen Dinar belum bisa memberikan kepastian kapan hal itu bisa dirampungkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Belum ada kepastian dari mereka kapan masalah mereka bisa diselesaikan," ujar Justitia.

Pada 7 Januari 2009, Dinar Sekuritas meminta suspensi suka rela (voluntary suspend) kepada BEI. Manajemen Dinar meminta waktu pada BEI untuk melakukan perubahan struktur pemegang saham.

Suspensi sukarela tersebut berlangsung hingga akhir Januari 2009, diiringi dengan pemeriksaan internal perseroan oleh BEI dan Bapepam. Setelah Dinar membereskan perubahan pemegang sahamnya, rupanya BEI menemukan ada masalah yang bersifat administrasi dalam mekanisme Dinar.

Oleh sebab itu, terhitung 2 Februari 2009, BEI mencabut voluntary suspend Dinar dan mengenakan sanksi suspensi lantaran masalah tersebut. Hingga saat ini manajemen Dinar belum dapat menyelesaikan masalah internal mereka, sehingga BEI belum dapat membuka suspensi Dinar.

Pekan lalu, Justitia mengatakan jika manajemen Dinar tidak dapat menyelesaikan masalahnya dalam 6 bulan terhitung suspensi 2 Februari 2009, maka BEI bisa mencabut Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB) perseroan alias didepak dari kursi anggota bursa.

"Belum ke arah sana. 6 bulan kan masih lama. Tapi kalau memang berlarut-larut, bisa kena sanksi itu," ujarnya. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads