Berikut preview Gajah Tunggal oleh anaalis Danareksa Yoga Prakarsa seperti dilansir detikFinance, Senin 916/3/2009).
Beberapa petunjuk kinerja GJTL tahun 2008:
- Pertumbuhan top line di 2008 mencapai 20%, sedikit lebih besar dari estimasi kami yang sebesar 17%.
- Marjin operasional 2008 berkisar antara 7-8% sedangkan estimasi kami adalah sebesar 7,4%.
- Diperkirakan perusahaan akan mencatat rugi forex yang cukup besar akibat perusahaan tidak melakukan hedging terhadap bond valas sebesar US$ 420 juta. Dengan memakai kurs tukar 2008 di Rp 10.950/USD dan Rp 9.419/USD di
- 2007, kami memprediksikan kerugian forex 2008 akan berkisar antara Rp 511-645 miliar.
- Sehingga ada potensi rugi bersih Rp 141-275 miliar. Sedangkan core profit diperkirakan hanya sekitar Rp 170 miliar, yang menunjukkan pertumbuhan yang flat.
Company guidance di 2009
Β
- Capex deferral dari 2008 sebesar US$ 20 juta sehingga total capex 2009 menjadi sebesar US$ 55 juta.
- Permintaan dari Michelin turun 33% namun masih ada komitmen sebesar 5 juta unit ban untuk 2010.
- Secara keseluruhan volume turun 5-10% walaupun kapasitas produksi mengalami peningkatan.
- FRN sebesar US$ 1 juta akan jatuh tempo di 2009 ini sedangkan bond senilai US$ 420 juta akan jatuh tempo di 2010.
- Fasilitas kredit dari HSBC sebesar US$ 30 juta masih berjalan dan US$ 27 juta masih tersedia. Diperkirakan perusahaan akan mengalami kekurangan kas sebesar US$ 250 juta di 2010 sehingga akan diperlukan refinancing.
- Divestasi terhadap ADMG masih tertunda. Nilai pasar yang hanya mencapai US$ 10 juta, jauh di bawah nilai buku yang mencapai US$ 40 juta.











































