Pelaku pasar dalam negeri terlihat masih akan hati-hati melakukan akumulasi beli karena kecenderungan pasar saham global yang tertekan.
Alhasil, pada perdagangan saham Selasa (17/3/2009) IHSG diprediksi akan mengalami koreksi lagi secara minor, namun masih terbuka peluang menguat dari saham-saham infrastruktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Penguatan saham yang sudah terjadi selama 4 hari berturut-turut di Wall Street akhirnya terhenti. Meski terus menerus berada di teritori positif, namun aksi jual di sesi akhir memaksa Wall Street ditutup melemah.
Pada perdagangan Senin (16/3/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup turun 7,01 poin (0,10%) ke level 7.216,97. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun tipis 2,66 poin (0,35%) ke level 753,89 dan Nasdaq turun 27,48 poin (1,92%) ke level 1.404,02.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (16/3/2009) IHSG turun 2,590 poin (0,2%) menjadi 1.324,847.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Menguatnya bursa regional seperti Hangseng +3.6% dan Nikkei +1.8% belum mampu memberikan sentimen positif ke bursa sehingga melemah 2 poin ke posisi 1.324. Indeks gagal menembus resistant 1.346 karena investor lokal cenderung profit taking sedangkan asing masih terus akumulasi. Kondisi indeks yang masuk zona overboughtΒ membuka peluang terkoreksi kembali dikisaran 1.310 -1.346 dengan pilihan saham: ASII, INDF, BBCA, HEXA dan ASII.
eTrading Securities
Penguatan saham AS selama 4 hari berturut-turut akhirnya berakhir dengan Dow terkikis -7.01 poin (-0,1%) ke 7.216,97, S&P500 -0,35% dan Nasdaq -1,92%. Pada awalnya, saham AS menguat setelah pernyataan Chairman Fed Ben Bernanke bahwa resesi bisa berakhir tahun ini, namun balik memerah seiring American Express mengumumkan bahwa kegagalan pembayaran kartu kredit naik menjadi 8,7% di Februari dan keterlambatan pembayaran selama 30 hari naik 5,3%. Saham Amex turun -3.28%, disertai oleh saham broker Goldman Sachs -4,96% dan Morgan Staley -9,4%. Saham finansial lainnya lanjut meningkat setelah Barclays (+20,14%) mengatakan telah memulai tahun 2009 dengan kuat, ditambah pernyataan HSBC bahwa pihaknya tidak memerlukan dana tambahan. Citigroup +30,9%, Bank of America +7,29% dan AIG +66%. Sementara itu, Indeks manufaktur Empire State menurun ke -38,23 dan produksi industril turun 1,4% di Februari.Β
IHSG Senin kemarin (16/3/2009) terkoreksi karena kekawatiran penurunan harga komoditas berlanjut setelah OPEC menahan produksi. Katalis yang tertinggal di pasar hanyalah realisasi APBN yang di yakini bisa membantu likuiditas dan meningkatkan aktifitas ekonomi domestik.
Pada Selasa pagi ini, commodity: CPO -1,3% harga RBD palm Olein di perdagangkan di atas harga Soyoil untuk pertama kalinya dalam 2 tahun terakhir. GOLD -1% setelah bursa saham dunia menguat, Tin -1,6% dan Nickel -0,1%. Indonesia adalah negara kaya komoditas, korelasi pergerakan harga saham dan harga komoditas sangat kuat. Regional Selasa pagi ini di buka mixed: Nikkei +1%, STI -1%, Seoul +2% dan KLSE -1,3%. Pagi ini kita perkirakan indek akan tergerus karena harga komoditas yang relatif turun.
IHSG (1.324,8) Telah berada dalam pola reversal pada Stochastic memberi signal koreksi setelah gagal bertahan diatas support 1331. Perlu mengalami koreksi untuk keluar dari Overbought area sebelum melanjutkan trend bullishnya dengan support di 1300, 1287 dan 1242. Entry point di level 1276. Trading Range: 1242 - 1343.
(ir/ir)











































