Permintaan Tinggi, Obligasi ASF Dinaikkan Jadi Rp 900 Miliar

Permintaan Tinggi, Obligasi ASF Dinaikkan Jadi Rp 900 Miliar

- detikFinance
Selasa, 17 Mar 2009 09:13 WIB
Permintaan Tinggi, Obligasi ASF Dinaikkan Jadi Rp 900 Miliar
Jakarta - PT Astra Sedaya Finance, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) menaikkan jumlah obligasinya menjadi Rp 900 miliar dari semula direncanakan sebesar Rp 600 miliar. Kelebihan permintaan mencapai 1,7 kali.

"ASF menutup penawaran obligasinya yang ke-10 sejumlah Rp 900 miliar," ujar Presiden Direktur ASF Djony Bunarto Tjondro dalam siaran persnya, Selasa (17/3/2009).

Semula, perseroan menawarkan obligasi ASF X sebesar Rp 600 miliar. Rupanya, obligasi yang diterbitkan dalam 5 seri ini mengalami kelebihan permintaan hingga 1,7 kali. Oleh sebab itu, perseroan menutup penawaran obligasinya menjadi Rp 900 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut rincian obligasi ASF X Rp 900 miliar:

Seri A jangka waktu 370 hari dengan kupon 13,50%
Seri B jangka waktu 18 bulan dengan kupon 13,83%
Seri C jangka waktu 24 bulan dengan kupon 14,56%
Seri D jangka waktu 30 bulan dengan kupon 14,90%
Seri E jangka waktu 36 bulan dengan kupon 14,90%

Bertindak sebagai penjamin emisi obligasi adalah PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas, PT ING Securities Indonesia dan PT HSBC Securities Indonesia.

Masa penawaran awal (book building) pada 17 Februari - 3 Maret 2009. Masa Penawaran pada 18-20 Maret 2009. Penjatahan pada 23 Maret 2009. Pencatatan (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Maret 2009. Obligasi ini memperoleh peringkat idAA- (Stable Outlook) dari Pefindo.

Dana obligasi akan digunakan untuk kebutuhan pendanaan pembiayaan kendaraan bermotor ASF di 2009. Tahun ini, perseroan menargetkan pembiayaan sebesar Rp 8,5 triliun, turun 26,08% dari pembiayaan tahun 2008 sebesar Rp 11,5 triliun.

Dana tersebut akan dikucurkan ke 74 ribu unit mobil, turun 19,27% dari tahun 2008 sebanyak 91.674 unit. Menurut Djony beberapa waktu lalu, penurunan target disebabkan turunnya target penjualan mobil nasional di tahun 2009.

Sementara sisa kebutuhan dana akan menggunakan kombinasi pinjaman bank dan kas internal. Komposisi pendanaan dari bank diperkirakan sebesar 40% atau sekitar Rp 3,4 triliun. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads