Kimia Farma Incar Kenaikan Pangsa Pasar 15%

Kimia Farma Incar Kenaikan Pangsa Pasar 15%

- detikFinance
Selasa, 17 Mar 2009 15:48 WIB
Kimia Farma Incar Kenaikan Pangsa Pasar 15%
Jakarta - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menargetkan kenaikan total pangsa pasar hingga mencakup 15 persen pasca penggabungan dengan PT Indofarma Tbk (INAF) ke dalam Holding BUMN Farmasi.
Β 
Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Kimia Farma Syamsul Arifin disela-sela konferensi pers di Restoran Bunga Rampai, Jalan Teuku Cik Ditiro, Jakarta, Selasa (17/2/2009).
Β 
"Hitung-hitungannya masih dalam proses. Nanti kita akan buat business plan dengan harapan bisa jadi paling besar di Indonesia. Diharapkan kita bisa mengambil hingga 15 persen pangsa pasar," ujarnya.
Β 
Ia mengatakan, dengan bergabungnya kedua perusahaan plat merah tersebut maka kemampuan dan daya saingnya akan meningkat. Dengan menguatnya kemampuan perusahaan maka akan lebih banyak lagi alternatif pendanaan untuk aksi korporasi.
Β 
Menurutnya, dengan bergabungnya dua perusahaan tersebut maka semakin banyak hal yang bisa dilakukan bersama. Salah satunya mencari cara untuk mengolah bahan baku sendiri daripada membeli secara impor karena potensi sumber daya alam dalam negeri cukup besar.
Β 
"Industri hulu nanti kita bangun lebih kuat. Bagian kimianya akan dibangun supaya jadi pilar dalam memperkuat hilir," ujarnya.
Β 
Di industri hilirnya sendiri, nantinya akan dikonsolidasikan secara lebih baik lagi, dengan fokus pada masalah trading distribusi impor dan ekspor.
Β 
Menurutnya, masalah pajak yang akan dihadapi dalam proses merger saat ini masih dilakukan penghitungan oleh tim yang dibentuk oleh Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Β 
"Pajaknya tidak terlalu besar, masih dalam kajian tim dari Kementerian BUMN," katanya.
Β 
Mengenai produk perusahaan barunya tersebut, saat ini kedua belah pihak sedang memilah-milah mana yang sekiranya masih bisa dikembangkan dan mana yang tidak. Tentunya, produk yang akan dipertahankan akan diberi nama baru yang sesuai dengan kesepakatan bersama.
Β 
"Kalau produk yang sekiranya susah bertahan akan kita hilangkan," jelasnya.
Β 
Untuk target pendapatan tahun 2009, perseroan mematok nilai sebesar Rp 3 triliun. Sedangkan realisasi pendapatan tahun 2008 sebesar Rp 2,68 triliun.
Β 
"Pertumbuhannya (pendapatan) 15 persen, jadi laba akan mengikuti juga 15 persen," ujarnya. (ang/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads