Â
Kerugian terbesar dialami oleh emiten berkode INAF dengan total kerugian mencapai Rp 17 miliar, sedangkan emiten berkode KAEF tersebut hanya sebesar Rp 5 miliar.
Menurut Direktur Utama Indofarma P. Sudibyo, kerugian tersebut diakibatkan sepanjang tahun lalu banyak transaksi dengan perbankan dan pembelian bahan baku impor.
Â
"Kita juga masih ada beban bunga sebesar Rp 30 miliar dari tahun lalu," ujarnya di sela konferensi pers di Restoran Bunga Rampai, Jalan Teuku Cik Ditiro, Jakarta, Selasa (17/2/2009).
Mengenai target perolehan pendapatan tahun 2009, pihaknya memperkirakan pendapatannya masih stagnan dari tahun 2008 yaitu Rp 1,4 triliun. Realisasi tahun 2008 tersebut nilainya lebih tinggi dari target RKAP tahun 2008 sebesar Rp 1,24 triliun. Sedangkan laba bersihnya diperkirakan bisa mencapai Rp 25-30 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
"Laba usahanya meningkat 37 persen, tapi dengan adanya selisih kurs, beban bunga dan lain-lain menyebabkan laba bersih hanya tumbuh 10 persen," katanya. (ang/ir)











































