Rugi Kurs Dua BUMN Farmasi Rp 22 Miliar

Rugi Kurs Dua BUMN Farmasi Rp 22 Miliar

- detikFinance
Selasa, 17 Mar 2009 16:20 WIB
Rugi Kurs Dua BUMN Farmasi Rp 22 Miliar
Jakarta - Rugi selisih kurs sepanjang tahun 2008 yang dialami oleh dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor usaha farmasi mencapai sekitar Rp 22 miliar. Dua perusaahan plat merah tersebut adalah PT PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF).
 
Kerugian terbesar dialami oleh emiten berkode INAF dengan total kerugian mencapai Rp 17 miliar, sedangkan emiten berkode KAEF tersebut hanya sebesar Rp 5 miliar.

Menurut Direktur Utama Indofarma P. Sudibyo, kerugian tersebut diakibatkan sepanjang tahun lalu banyak transaksi dengan perbankan dan pembelian bahan baku impor.
 
"Kita juga masih ada beban bunga sebesar Rp 30 miliar dari tahun lalu," ujarnya di sela konferensi pers di Restoran Bunga Rampai, Jalan Teuku Cik Ditiro, Jakarta, Selasa (17/2/2009).

Mengenai target perolehan pendapatan tahun 2009, pihaknya memperkirakan pendapatannya masih stagnan dari tahun 2008 yaitu Rp 1,4 triliun. Realisasi tahun 2008 tersebut nilainya lebih tinggi dari target RKAP tahun 2008 sebesar Rp 1,24 triliun. Sedangkan laba bersihnya diperkirakan bisa mencapai Rp 25-30 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Kimia Farma Syamsul Arifin mengatakan, dengan adanya selisih kurs tersebut mengakibatkan tergerusnya laba bersih perseroan, padahal laba usahanya meningkat tajam.
 
"Laba usahanya meningkat 37 persen, tapi dengan adanya selisih kurs, beban bunga dan lain-lain menyebabkan laba bersih hanya tumbuh 10 persen," katanya. (ang/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads