"Capex sedang direview kembali. Kemungkinannya akan diturunkan lagi nilainya," ungkap Wakil Presiden Direktur SMGR, Heru D Adhiningrat usai paparan di hotel Gran Melia, Jl Rasuna Said, Jakarta, Selasa (17/3/2009).
Heru mengatakan, kemungkinan besar capex akan diturunkan maksimal hingga US$ 1 miliar. Namun belum bisa dipastikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semula, SMGR menganggarkan capex 2009 sebesar US$ 1,309 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru di Pati, Jawa Tengah sebesar US$ 413 juta dan pabrik baru di Sulawesi sebesar US$ 345 juta. Total investasi pembangunan pabrik mencapai US$ 758 juta.
Selain itu, perseroan juga berencana membangun pembangkit dengan kapasitas 2x35 MW senilai US$ 114 juta di Sulawesi. Total investasi 3 aksi tersebut sebesar US$ 872 juta.
Sebelumnya, Direktur Keuangan SMGR Cholil Hasan mengatakan untuk kebutuhan lain-lainnya membutuhkan dana sebesar US$ 380 juta antara lain untuk proyek de-bottlenecking kapasitas pabrik dari 18 juta ton menjadi 19 juta ton.
Mengacu pada angka tersebut, total capex perseroan akan sebesar US$ 1,252 miliar. Namun sebagaimana dikatakan Heru, nilai tersebut masih belum pasti dan masih akan dikaji terlebih dahulu.
Sayangnya, Heru enggan menjelaskan alasan pengkajian capex tersebut.
Pabrik SMGR di Pati Tersendat
Namun menurut kabar yang beredar, pengkajian ulang nilai capex tahun ini disebabkan adanya kemungkinan penundaan pembangunan pabrik baru perseroan di Pati, Jawa Tengah hingga tahun 2010.
Pembangunan pabrik baru SMGR di Pati memang menjadi agenda kerja perseroan tahun ini. Namun hingga saat ini realisasi pembangunan pabrik berkapasitas 2,5 juta ton itu terhambat masalah pembebasan lahan.
"Izin amdal sudah kami peroleh. Namun masih ada beberapa kendala pembebasan lahan disana. Tapi persiapan jalan terus, kita tetap targetkan bisa dimulai tahun ini," ujar Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto.
Kendati demikian, tampaknya realisasinya masih jauh dari harapan. Masyarakat setempat melakukan penentangan keras terhadap rencana pembangunan pabrik SMGR di Pati.
Konon, mantan komisaris SMGR Rizal Ramli yang tahun lalu didepak dari jabatannya oleh pemerintah selaku pemegang saham mayoritas SMGR, berada di balik gerakan tersebut.
Hingga saat ini, gerakan menentang pembangunan pabrik SMGR di Pati masih sangat kuat, sehingga bisa menyulitkan perseroan merealisasikan rencananya itu.
Kabar yang beredar, pengkajian ulang capex perseroan tahun ini terutama disebabkan adanya kemungkinan penundaan pembangunan pabrik di Pati yang dijadwalkan bisa dimulai tahun ini.
(dro/ir)











































