Pola belanja investor kebanyakan masih trading dan belum banyak yang membeli dalam jumlah banyak karena kondisi pasar global yang labil akibat krisis finansial yang belum berakhir.
Pada perdagangan saham Rabu (18/3/2009) IHSG diprediksi masih akan mengalami tekanan, namun bisa berbalik positif jika berhasil mengikuti pergerakan bursa regional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS(17/3/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 178,81 poin (2,48%) ke level 7.395,78. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 24,20 poin (3,21%) ke level 778,09 dan Nasdaq menguat 58,09 poin (4,14%) ke level 1.462,11.
Reaksi positif pelaku pasar terjadi setelah data menunjukkan bahwa izin mendirikan bangunan rumah mencatat lonjakan tajam selama Februari, sekaligus bangkit dari level terendah dalam 50 tahun.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (17/3/2009) IHSG turun 12,755 poin (0,96%) menjadi 1.312,092.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Aksi profit taking dari investor asing setelah kemarin investor lokal membawa indeks melemah 12 poin ke posisi 1.312 dimana sempat menembus level 1.310. Pelemahan tersebut menyebabkan indeks keluar dari zona overbought dengan Fast Stochastic bearish cross over. Selanjutnya pergerakan bursa saham dunia akan menanti hasil The Fed Meeting yang secara historikal cenderung melemah. Pergerakan indeks berpotensi melemah kembali dikisaran 1.300-1.330 dengan pilihan saham: BBCA, INDF, SMCB, dan JSMR.
Panin Sekuritas
Di tengah menguatnya sebagian besar bursa regional, IHSG justru ditutup melemah -0,96%. Tekanan jual pada saham pertambangan, telekomunikasi, dan infrastruktur mendorong indeks bergerak melemah. Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak mixed pada kisaran terbatas. Level 1.300 masih menjadi support psikologis bagi indeks. Sementara level resistance berada pada 1.325. Kami juga masih melihat peluang trading pada beberapa saham unggulan yang sudah berada dalam area oversold (jenuh jual). (ir/ir)











































