Pada penutupan perdagangan valas Selasa waktu AS (17/3/2009) euro menguat 1,3016 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,2983 dolar AS.
Seperti dilansir AFP, kepercayaan investor di Jerman mencapai angka tertinggi di bulan Maret yang membuat ekonomi Eropa kembali mempunyai harapan untuk mengalahkan krisis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permulaan pembangunan rumah di AS tercatat melonjak hingga 22,2%, atau secara tahunan mencapai 583.000 unit setelah 7 bulan berturut-turut mencatat penurunan. Data dari Departemen Perdagangan itu menunjukkan angka yang lebih tinggi ketimbang revisi perkiraan pada Januari yang hanya 477.000 unit.
Meski berita itu bisa memberikan sinyal krisis ekonomi mulai berkurang namun dolar AS tidak banyak bergerak karena lebih menantikan keputusan the Fed. Dolar AS hanya menguat tipis terhadap mata uang Jepang di posisi 98,53 yen dibanding hari sebelumnya 98,16 yen.
The Fed diyakini tidak akan mengubah suku bunga kisaran 0-0,25% untuk terus melonggarkan likuiditas ekonomi AS yang sedang berjuang melawan kemerosotan akibat krisis.
Pengumuman the Fed diperkirakan baru akan keluar sekitar Rabu waktu AS pukul 18.15 atau Kamis pagi waktu Indonesia bagian barat.
Namun pasar tidak mengenyampingkan bakal adanya berita baru dari the Fed yang bisa berdampak pada pasar.
Rupiah
Sementara mata uang rupiah pada perdagangan valas pukul 08.00 WIB, Rabu (18/3/2009) ada di level 11.955 per dolar AS dan bergerak di kisaran 11.930-11.980 per dolar AS.
Mata uang lokal ini akan memanfaatkan peluang melemahnya dolar AS untuk bertahan di zona positif. Namun rupiah juga masih menunggu hasil the Fed yang akan menentukan kemana dolar AS akan bergerak. (ir/ir)
