Fitch Naikkan Peringkat PGN

Fitch Naikkan Peringkat PGN

- detikFinance
Rabu, 18 Mar 2009 14:47 WIB
Fitch Naikkan Peringkat PGN
Jakarta - Fitch Ratings menaikkan peringkat jangka panjang dalam mata uang asing dan mata uang lokal PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ke 'BB' dari 'BB-' (BB minus) dan menegaskan peringkat nasional jangka panjang di 'AA(idn)'. Prospek (Outlook) dari peringkat-peringkat tersebut adalah Stabil.

Fitch juga menaikkan peringkat obligasi PGN Euro Finance 2003 Limited sejumlah US$ 125 juta yang akan jatuh tempo di tahun 2014 dan US$ 150 juta yang akan jatuh tempo di tahun 2013 ke 'BB' dari 'BB-' (BB minus). Kedua obligasi tersebut dijamin oleh PGN dan anak perusahaannya.

"Kenaikan peringkat-peringkat tersebut mencerminkan membaiknya performa keuangan dan operasional PGN serta ekspektasi Fitch bahwa perusahaan akan mampu mempertahankan profil kredit yang moderat," bunyi siaran pers Fitch Ratings, Rabu (18/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan selesainya pembangunan jaringan pipa Sumatera Selatan - Jawa Barat (SSWJ) pada bulan Agustus 2008 dan ekspektasi penyelesaian proyek distribusi Jawa Barat di 2010 (dari rencana awal pada 2009). Maka arus kas operasional dan profil keuangan perusahaan diperkirakan akan tetap stabil seiring dengan meningkatnya volume gas yang didistribusikan.

Fitch memperkirakan rencana belanja modal PGN akan berkurang seiring dengan selesainya pembangunan proyek SSWJ. Untuk tahun 2009, rencana belanja modal PGN diperkirakan sebesar US$ 250 juta - US$ 300 juta (termasuk belanja modal tahun 2008 yang baru akan dibayarkan di tahun 2009 yaitu sebesar US$ 100 juta - US$ 150 juta yang sebagian besar merupakan pembayaran untuk kontraktor SSWJ).

Fitch memperkirakan rasio utang perusahaan di tahun 2009 (diukur dengan total hutang dikurangi kas dibagi dengan EBITDA) akan berkisar 2,0x atau lebih rendah. Selain itu, tingkat likuiditas perusahaan juga cukup baik karena perusahaan tidak memiliki rencana pendanaan yang cukup besar dalam waktu dekat. Dalam perkiraan Fitch, penyelesaian pembangunan proyek distribusi Jawa Barat akan dapat mendorong pertumbuhan PGN di masa yang akan mendatang.

Peringkat-peringkat PGN didukung dengan posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar di bisnis distribusi dan transmisi gas di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 93% dan 87% selama sembilan bulan pertama tahun 2008.

Fitch mencatat bahwa penjualan perusahaan ke sektor industrial (mencakup 98% dari total distribusi PGN) mengalami sedikit penurunan dalam beberapa bulan terakhir akibat kondisi makro ekonomi yang kurang mendukung.

Namun demikian, dampak penurunan tersebut dapat dimitigasi oleh permintaan yang tinggi dari sektor energi. Pada tahun 2008, PGN menandatangani tambahan pasokan sebesar 260 mmscfd (metric million standard cubic feet per day) untuk PT Perusahaan Listrik Negara, yang terdiri dari 200mmscfd untuk PLTGU Muara Tawar, 30mmscfd untuk PLTU Cilegon dan 30mmscfd untuk PLTU Tanjung Priok.

Walaupun demikian, profil kredit PGN tetap dipengaruhi oleh eksposurnya terhadap risiko pasokan dan harga gas serta adanya ketidaksesuaian jangka waktu antara kontrak pembelian gas yang berjangka panjang dengan kontrak penjualan gas yang berjangka pendek.

Prospek Stabil mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa PGN akan mampu mempertahankan tingkat rasio hutang bersih terhadap EBTIDA pada kisaran 2,0x atau lebih rendah.

Oleh karena itu, peningkatan tingkat rasio hutang bersih terhadap EBITDA melebihi 2,0x secara berkesinambungan dapat menyebabkan penurunan peringkat. Sebaliknya, peringkat PGN mungkin dinaikkan jika PGN mampu mempertahankan rasio hutang bersih terhadap EBITDA di bawah kisaran 1,0x secara berkesinambungan.

PGN merupakan perusahaan gas distribusi dan transmisi terkemuka di Indonesia. Selama sembilan bulan pertama tahun 2009, PGN mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 9,021 triliun dan EBITDA sebesar Rp 4,605 triliun. PGN memperoleh manfaat dari profil pembayaran hutang yang cukup panjang yaitu hanya sekitar 17% dari total utangnya yang akan jatuh tempo sebelum 2013.

Per tanggal 30 September 2008, PGN memiliki total kas sebesar Rp 2,291 triliun dan tingkat utang bersih terhadap EBITDA yang disetahunkan sebesar 1,3x. Pemerintah Republik Indonesia memiliki porsi kepemilikan sebesar 54,58% dan kepemilikan publik sebesar 45,38% sedangkan sisanya dimiliki oleh karyawan dan manajemen perusahaan sebesar 0,04%.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads