Wall Street Semarak oleh Keputusan The Fed

Wall Street Semarak oleh Keputusan The Fed

- detikFinance
Kamis, 19 Mar 2009 06:59 WIB
Wall Street Semarak oleh Keputusan The Fed
New York - Wall Street semakin bersemangat setelah Bank Sentral AS (The Fed) membuat langkah yang mengejutkan dengan membeli surat-surat berharga berjangka panjang milik pemerintah AS. Keputusan langka ini ditempuh untuk mengangkat ekonomi AS dari resesi.

Keputusan The Fed
ini sekaligus menggerakkan yield surat berharga pemerintah AS atau US Treasury berjangka 10 tahunΒ  hingga mencatat penurunan terbesar harian sejak tahun 1987. Sementara yield mortgage securities berjangka 30 tahun juga turun ke titik terendahnya.

Pada perdagangan Rabu (18/3/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 90,88 poin (1,23%) ke level 7.486,58. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 16,23 poin (2,09%) ke level 794,35 dan Nasdaq menguat 29,11 poin (1,99%) ke level 1.491,22.

Saham-saham sektor finansial dan konstruksi rumah memberikan kontribusi terbesar bagi kenaikan indeks. Investor berharap langkah The Fed tersebut akan menggairahkan lagi pasar kredit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham Bank of America tercatat melonjak hingga 22,3%. DR Horton menguat hingga 7,7%.

"Ini secara potensial memberikan kesempatan untuk menurunkan suku bunga hipoten yang selanjutnya akan memperluas potensi bagi pembelian rumah," jelas Bucky Hellwig, senior vice president dari Morgan Asset Management seperti dikutip dari Reuters, Kamis (19/3/2009).

Sementara Nasdaq terpacu oleh mencuatnya kabar IBM akan membeli saham Sun Microsystem, sebagaimana ditulis Wall Street Journal. IBM dikabarkan aken membeli saham Sun Microsystem antara US$ 10-11 per lembar, atau berarti premium hingga 100%. Saham Sun Microsystem melonjak hingga 79%, sementara IBM turun 1%.

Perdagangan berjalan dengan sangat ramai, di New York Stock Exchange mencapai 2,08 miliar, diatas rata-rata tahun lalu yang hanya 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,78 miliar di atas rata-rata tahun lalu yang hanya 2,28 miliar. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads