Investor lokal diprediksi akan cepat-cepat merealisasikan keuntungannya pada akhir pekan ini yang membuat IHSG pada perdagangan Jumat (20/3/2009) terancam negatif.
Perhatian pelaku pasar tetap pada saham-saham komoditas menyusul naiknya lagi harga minyak mentah ke level US$ 51 per barel. Pada perdagangan Kamis waktu AS (19/3/2009), kontrak utama minyak jenis light pengiriman April menguat hingga 3,47 dolar ke level US$ 51,61 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (19/3/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 85,78 poin (1,15%) ke level 7.400,80. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 10,31 poin (1,30%) ke level 784,04 dan Nasdaq turun 7,74 poin (0,52%) ke level 1.483,48.
Pada perdagangan saham, Kamis kemarin (19/3/2009) IHSG naik 18,766 poin (1,42%) menjadi 1.341,603.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Kenaikan saham ASII sebesar 7% membuat indeks menguat 18 poin ke posisi 1.341 mendekati Fibbo 50% di level 1.346. Saham bluechip kembali menjadi incaran dimana asing banyak akumulasi setelah sebelumnya saham lapis dua dan tiga menjadi primadona. Data ekonomi AS akan menjadi konfirmasi bulllish Dow selanjutnya dan jika melemah namun masih diatas level 7.000, masih cukup sehat. Penguatan kembali IHSG berpotensi menuju level Fibbo 61.8% yakni 1.368. Pergerakan harian dikisaran 1.320-1.370 dengan pilihan saham: INDF, SGRO, SMGR, dan SMCB.Β
Β
Panin Sekuritas
Menguatnya Dow Jones dan bursa regional mendorong berlanjutnya kenaikan indeks kemarin, ditengah penurunan terhadap harga komoditas di pasar global. Tercatat saham unggulan seperti TLKM, ASII, BBCA menjadi pendorong kenaikan indeks. Meski demikian, pergerakan indeks untuk beberapa waktu mendatang masih akan dipengaruhi oleh perkembangan makro ekonomi global. Beberapa data ekonomi dari AS diperkirakan akan menjadi fokus investor global hari ini. Secara teknikal indikator stochastic menunjukkan IHSG sudah memasuki area overbought. Kondisi ini memberikan sinyal indeks rawan akan profit taking. Kisaran support-resistance hari ini 1.324-1.353.
eTrading Securities
Saham AS terkena aksi profit-taking setelah menguat dalam tujuh sesi terakhir, dengan Dow terpangkas 85,78 poin (-1,15%) ke 7.400,8, S&P500 -1,3% dan Nasdaq -0,52%. Investor juga mengkhawatirkan bahwa rencana Bank Sentral AS untuk memompa sekitar US$ 1 triliun ke sistem finansial bakal terlalu mahal dan akan memicu inflasi. Saham finansial melemah setelah melonjak di awal sesi: Citigroup -15,58%, Bank of America -9,65%, JPMorgan -7,97%, Wells Fargo -10,45% dan US Bancorp -9,92%. Dalam berita ekonomi, pengajuan pengangguran awal turun 12.000 ke 646.000 sedangkan pengajuan pengangguran yang berlanjut naik 185.000 ke 5,47 juta. Sementara indeks Philadelphia Fed atas aktivitas manufaktur regional membaik ke -35 dari -41,3 di Februari.
Bursa komoditas mulai menggeliat dalam satu bulan terakhir dengan Minyak +7% dan Emas +7% sebagai pioneer. Momentum penguatan kedua komoditas ini akan berpengaruh positif pada saham Energy seperti MEDC, PGAS dan MIRA, sementara penguatan emas akan berdampak positif pada ANTM. Pergerakan regional mixed dengan kecenderungan menguat akan membawa JCI menguat terbatas hari ini. Rentang indeks di kisaran 1315 β 1355. (ir/ir)











































