Semen Gresik Targetkan Kredit Karbon Rp 30 Miliar Per Tahun

Semen Gresik Targetkan Kredit Karbon Rp 30 Miliar Per Tahun

- detikFinance
Jumat, 20 Mar 2009 12:42 WIB
Semen Gresik Targetkan Kredit Karbon Rp 30 Miliar Per Tahun
Jakarta - PT Semen Gresik Tbk menargetkan bisa mengantongi Rp 30 miliar dari kredit karbon dalam ketentuan Clean Development Mechanism (CDM) yang diselenggarakan oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC).

Untuk mengejar target tersebut, perseroan meresmikan proyek bahan bakar alternatif bekerjasama dengan Sindicatum Carbon Capital (SCC) yang berbasis di London..

Perjanjian kerjasama antara Semen Gresik dan SCC ditandatangani di hadapan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/3/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bisa jadi sumber pendapatan tambahan bagi Semen Gresik dan efek positif untuk lingkungan. Secara moneter memang tidak selalu besar tapi secara sosial ini cukup besar," katanya.

Yang akan menjadi fokus awal dari proyek ini adalah pemanfaatan bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar fosil, terutama batubara, yang dikonsumsi pada proses pembakaran klinker di pabrik produksi Semen Gresik, Tuban, Jawa Timur.

Perusahaan plat merah tersebut akan mulai menggunakan biomasa dari daerah setempat dan kelebihan bahan-bahan pakan ternak lainnya seperti sekam padi, jerami, kulit kacang dan limbah industri untuk mengganti sebagian penggunaan batubara yang saat ini dikonsumsi di pabrik Nilai investasi dari penerapan teknologi tersebut mencapai US$ 3 juta.

Dalam perjanjian kerjasama tersebut, perusahaan semen itu akan mendaftarkan proyek bahan bakar alternatif ini guna memperoleh Certified Emission Reductions (CER atau kredit karbon), sebagai komitmen perusahaan untuk mengurangi emisi karbon dioksida berbahaya melalui penerapan praktek-praktek kerja baru.

Tahap awal pengurangan karbon sebesar 60.000 metrik ton akan ditingkatkan menjadi 400.000 metrik ton pada tahun 2012 saat proyek tersebut telah dijalankan penuh.

Secara terpisah, Direktur Utama Semen Gresik Dwi Soetjipto mengatakan, dengan adanya bahan bakar alternatif tersebut maka biaya operasional bisa ditekan dengan pengurangan pembelian batubara.

"Ini merupakan perkembangan yang penting karena kami terus berupaya untuk mencari strategi pertumbuhan yang agresif untuk menghadapi penurunan ekonomi yang terjadi di seluruh dunia," tegasnya.

Perseroan akan memperbanyak penerapan model ini pada saat memperluas proyek penggantian bahan bakar ke pabrik-pabrik perseroan yang lain di Tonasa, Sulawesi Selatan dan Padang, Sumatera Barat

"Semen Gresik adalah perusahaan yang dinamis, berorientasi pasar dan memiliki rekam pertumbuhan yang kuat dan kesadaran tinggi akan tanggung jawab sosial perusahaan. Kami merasa terhormat dapat bekerjasama dengan Semen Gresik dalam pelaksanaan prakarsa strategis penting ini," ungkap Group Executive Vice President SCC untuk Asia Tenggara David Carew.

SCC adalah perusahaan perubahan iklim dan sumberdaya berkesinambungan. SCC telah menanamkan modal dan mengelola proyek-proyek yang secara langsung mengurangi atau dengan cara lain menghilangkan atau menghindari emisi gas rumah kaca.

Sumberdaya-sumberdaya berkesinambungan yang tercipta melalui kegiatan-kegiatan proyek SCC meliputi energi bersih dan komoditas-komoditas lingkungan lainnya. SCC menjalankan proyek-proyek di Cina, Asia Tenggara, India, wilayah Timur Tengah dan Amerika; dan beroperasi dari kantor pusat kami di London dan kantor-kantor di Beijing, Hong Kong, Jakarta, Singapura, New Delhi, Bahrain dan Houston.

(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads