"Yah, kalau saya dapat dukungan AB, tentu saja bisa maju," ujar Eddy ketika ditemui di gedung Bapepam, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
Sayangnya Eddy mengelak ketika ditanya apakah sudah mendapat izin dari Bapepam soal boleh tidaknya ia kembali maju pemilu BEI. "Belum, belum. Fit and propernya kan masih lama," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, penetapan tersebut rupanya ditinjau kembali oleh Bapepam. Eddy pernah menjabat di KSEI mulai 2004. Baru satu tahun di sana, ia dipindahkan ke Bursa Efek Jakarta (BEJ).
Dalam catatan sebelumnya, Eddy dihitung sudah dua kali menjabat di BEJ/BEI, sehingga sesuai peraturan pasar modal Eddy tidak bisa maju lagi pemilu BEI Juni mendatang.
Namun setelah ditinjau kembali, Eddy terhitung baru satu kali menjabat di BEI. Jabatannya di BEJ tidak dihitung karena ia semula mendapat mandat duduk sebagai direktur KSEI.
Menurut sumber detikFinance di lantai bursa, pembahasan soal boleh tidaknya Eddy maju pemilu BEI sudah final. Eddy ditetapkan bisa kembali maju.
"Sudah ditetapkan, pak Eddy masih bisa maju pemilu BEI," ujar sumber tersebut.
Namun ketika dikonfirmasi, Eddy Sugito enggan berkomentar lebih lanjut soal nama-nama yang dikabarkan akan disandingkan dengannya dalam paket Ito.
"Kalau soal nama-nama saya terserah AB saja. Itu juga kalau saya dapat dukungan AB," ujar Eddy mengelak. (dro/ir)











































