"Saya kira kemungkinan bisa lebih menguat dari angka sekarang," kata Gubernur BI Boediono usai salat Jumat di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
Boediono mengatakan melemahnya dolar terhadap mata uang lain telah memperkuat rupiah. Apalagi sentimen secara umum bergerak cukup stabil di tingkat global sehingga mempengaruhi rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
The Fed memang berencana membeli surat utang pemerintah AS dengan nilai lebih dari US$ 1 triliun yang tujuannya ikut membantu ekonomi AS yang sedang kesulitan likuiditas.
Melihat situasi jangka menengah saat ini, menurut Boediono, dolar AS tentunya bisa melemah terhadap mata uang lain.
"Tapi enggak tahu kapan tapi pasti arahnya ke sana. Karena memang suplai dari dolar dengan adanya kebijakan yang dilakukan akhir-akhir ini memang cukup melimpah tapi belum mengalir saja, nanti pasti suatu saat ini akan mengalir kembali ke dalam peredaran itu," tutur Boediono.
Ditanya level berapa rupiah akan menguat, Boediono menjawab, "Saya tidak menyebut angkanya kita ikuti saja".
Pada perdagangan valas pukul 13.30 WIB, Jumat (20/3/2009) rupiah ada di level 11.800 per dolar AS.
(dru/ir)











































