Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Jumat (20/3/2009) rupiah menguat 60 poin (0,5%) ke posisi 11.725 per dolar AS. Rupiah hari sempat menguat ke 11.650 per dolar AS.
Bank Indonesia optimistis rupiah berpotensi bisa lebih menguat lagi dari posisi sekarang karena pasokan dolar AS mulai melimpah lai di pasar global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono mengatakan melemahnya dolar terhadap mata uang lain telah memperkuat rupiah. Apalagi sentimen secara umum bergerak cukup stabil di tingkat global sehingga mempengaruhi rupiah.
"Kemudian itu juga disebabkan keputusan the Fed kemarin. Itu upaya the Fed untuk menggerakkan ekonomi dengan menggunakan instrumen yang belum pernah dilakukan sebelumnya," katanya.
The Fed memang berencana membeli surat utang pemerintah AS dengan nilai lebih dari US$ 1 triliun yang tujuannya ikut membantu ekonomi AS yang sedang kesulitan likuiditas.
Melihat situasi jangka menengah saat ini, menurut Boediono, dolar AS tentunya bisa melemah terhadap mata uang lain.
"Tapi enggak tahu kapan tapi pasti arahnya ke sana. Karena memang suplai dari dolar dengan adanya kebijakan yang dilakukan akhir-akhir ini memang cukup melimpah tapi belum mengalir saja, nanti pasti suatu saat ini akan mengalir kembali ke dalam peredaran itu," tutur Boediono.
Ditanya level berapa rupiah akan menguat, Boediono menjawab, "Saya tidak menyebut angkanya kita ikuti saja".
Sementara mata uang kawasan juga kebanyakan menguat terhadap dolar AS seperti dolar Singapura menguat 0,29%, bath Thailand menguat 0,2%, dolar Taiwan menguat 0,44%. Sedangkan won Korea melemah1,46% dan yen Jepang melemah 0,07%.
(ir/qom)











































