Review Sepekan: IHSG Surplus 2,5%

Review Sepekan: IHSG Surplus 2,5%

- detikFinance
Jumat, 20 Mar 2009 18:51 WIB
Review Sepekan: IHSG Surplus 2,5%
Jakarta - Pergerakan bursa-bursa regional dan Wall Street masih memberi pengaruh besar pada arah pergerakan IHSG. Secara total IHSG sepanjang pekan ini masih mencatat surplus 2,5%.

Di awal-awal pekan, IHSG memang seperti masih mencari arah untuk pergerakan. Konfirmasi penguatan baru terjadi pada pertengahan pekan. Penguatan terus berlanjut, terutama setelah Wall Street mendapat gairah dari keputusan Bank Sentral AS untuk menggelontorkan US$ 1 triliun ke pasar, dan mempertahankan suku bunga rendah.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan ini adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


  • Pada perdagangan Senin (16/3/2009) IHSG turun 2,590 poin (0,2%) menjadi 1.324,847.
  • Pada perdagangan Selasa (17/3/2009) IHSG turun 12,755 poin (0,96%) menjadi 1.312,092.
  • Pada perdagangan Rabu (18/3/2009) IHSG naik 10,745 poin (0,82%) menjadi 1.322,837.
  • Pada perdagangan Kamis (19/3/2009) IHSG naik 18,766 poin (1,42%) menjadi 1.341,603.
  • Pada perdagangan Jumat (20/3/2009) IHSG naik 19,286 poin (1,44%) menjadi 1.360,889.

Berikut review dari Panin Sekuritas:

IHSG sepanjang pekan ini bergerak menguat +2,52% dari pembukaan hari Senin di 1.327, 44 dan ditutup pada 1.360,88 seiring dengan kenaikan yang terjadi pada bursa regional.

Beberapa berita dan data ekonomi penting dari AS memberikan harapan bagi investor global bahwa kondisi perekonomian yang tengah dilanda resesi ini berangsur membaik. Data housing starts, initial jobless claim menunjukkan angka yang diluar ekspektasi ekonom.

Selain itu internal memo Citigroup yang melaporkan bahwa dua bulan pertama 2009 masih membukukan laba operasional, juga turut memberikan sentimen positif bagi saham sektor perbankan.

Sementara sektor pertambangan dan energi terlihat mulai mengalami rebound pada hari Jumat menyusul lonjakan harga crude oil yang diluardugaan berhasil menembus level US$50/barel.

Dari dalam negeri, data penjualan otomotif yang akhirnya berhasil naik untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan terakhir terus melemah berhasil mengangkat saham ASII. Turunnya suku bunga perbankan juga menjadi pendorong lain bagi sektor ini.

Disamping data penjualan otomotif, IHSG juga diwarnai oleh keluarnya laporan keuangan tahun buku 2008 dari beberapa emiten, serta berita rencana merger KAEF dan INAF yang mendorong saham farmasi marak diperdagangkan pada pekan lalu. Nilai tukar rupiah terlihat juga terus menguat hingga ditutup pada Rp11.760/USD pekan lalu.

Β 



(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads