Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Ekonom Bursa Efek Indonesia (BEI) Edison Hulu, saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Mengatasi Krisis Pasar Saham, di Gedung St. Morizt, Jakarta, Sabtu (21/3).
"Pasar Modal Indonesia juga terkena imbas dari krisis keuangan global, sama dengan pasar modal lainnya, tingkat IHSG turun minus 50% tahun lalu," ujarnya.
Ia menambahkan, tahun ini ekonomi Indonesia diperkirakan akan kondusif terhadap perkembangan pasar modal Indonesia, dengan perkiraan meningkatnya konsumsi domestik.
"Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia diperkirakan akan positif karena meningkatnya permintaan domestik, seperti atas kebutuhan sehari-hari akibat meningkatnya jumlah penduduk, dan meningkatnya belanja negara," paparnya.
Selain itu, lanjut Edison, tingkat inflasi juga menunjukkan kecenderungan menurun, demikian juga dengan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) yang juga menunjukkan tren penurunan. Kemudian tingkat nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar as juga mulai menunjukkan kestabilan.
(dru/dnl)











































