Sebelumnya pada 12 Januari 2009, IHSG juga sempat terangkat di level 1.406,552. Tingginya nilai transaksi juga diduga karena kembalinya investor asing terkait dengan rencana pemerintah AS yang akan membeli aset-aset beracun.
Penguatan IHSG juga terbawa kondisi pasar regional yang sedang mengalami kebangkitan. Saham-saham infrastruktur, tambang dan bank menjadi pilihan utama pelaku pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 naik 11,091 poin (4,15%) menjadi 278,369 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 7,026 poin (3,12%) menjadi 232,510.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 75.461 kali, dengan volume 2,952 miliar unit saham, senilai Rp 2.590 miliar. Sebanyak 96 saham naik, 49 saham turun dan 50 saham stganan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 7.350, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 20 menjadi Rp 770, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 menjadi Rp 6.900, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 210 menjadi Rp 2.150, Indosat (ISAT) naik Rp 75 menjadi Rp 4.500, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 125 menjadi Rp 2.125 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 250 menjadi Rp 4.525.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, BISI International (BISI) turun Rp 40 menjadi Rp 1.230, Jaya Pari Steel (JPRS) turun Rp 65 menjadi Rp 310 dan Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 1 menjadi Rp 69.
IHSG mengikuti penguatan yang terjadi di bursa regional hari ini seperti Hang Seng naik 4,78%, KOSPI naik 2,44%, Nikkei naik 3,39%, Shanghai naik 1,95%, STI Singapura naik 4,03% dan Taiwan naik 3,28%.
(ir/qom)










































