Review IHSG: Terbang Tinggi ke 1.400

Review IHSG: Terbang Tinggi ke 1.400

- detikFinance
Senin, 23 Mar 2009 17:29 WIB
Review IHSG: Terbang Tinggi ke 1.400
Jakarta - Indeks mengalami pergerakan yang luar biasa hari ini, 'fly off' dengan lonjakan tajam +3.36% ke level 1.406,65. Nilai transaksi mencapai Rp 2,3 triliun dengan porsi asing sekitar 50% yang terlihat mulai melakukan aksi bargain buying terhadap saham-saham IHSG.

Inline dengan kenaikan IHSG, bursa regional hari ini juga mengalami penguatan setelah adanya kejelasan pemerintah AS akan mengeluarkan toxic assets perbankan AS dengan kucuran dana senilai US$ 1 triliun. Hal ini menyebabkan mata uang dolar mengalami pelemahan dan mendorong kenaikan harga minyak +1.6% ke US$52.9/barel.

Nikkei +3.4%, Hang Seng +4.7%, Shanghai +2.5%, Kospi +2.4%. Semua sektor mengalami penguatan hari ini setelah rupiah menguat ke level Rp11.640 (+1.15%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penguatan tertinggi terjadi di sektor aneka industri +6.5%, disusul sektor finansial +4.9%, infrastruktur +3.5%, dan komoditas +2.3%. Beberapa saham berkapitalisasi besar juga terlihat mengalami kenaikan tajam.

PGAS +6.2% ke Rp 2.125, setelah PGAS akan membentuk anak usaha yang bergerak di bidang engineering dan konstruksi gas pipa rumah tangga untuk menjadi mitra BUMD-BUMD yang terlibat dalam pembangunan gas kota.  TLKM +3.5% ke Rp7.350 setelah menang tender menjadi penyedia fasilitas jaringan telekomunikasi selama Pemilu 2009.
 
BUMI +2.6% ke Rp770, setelah mengumumkan akan membagi dividen sebesar 30% dari laba bersih. Dengan payout ratio 30%, dan asumsi laba sesuai guidance manajemen US$635 juta, maka estimasi dari etrading untuk deviden BUMI sekitar $190.5 juta. Dengan nilai tukar Rp12.000/$, maka deviden final akan mencapai Rp117.8/lembar.

BDMN +11.4% ke Rp2.925, setelah memperoleh pernyataan efektif atas right issue sebesar Rp 4 triliun. Rencana right issue akan meningkatkan loan growth BDMN hingga 20% didukung dengan NIM diatas 10%, akan memperbesar tingkat profit BDMN di 2009.

Indeks besok diprediksi akan rawan aksi profit taking setelah mengalami kenaikan yang cukup tinggi hari ini.

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads