Rencana itu sekaligus memunculkan harapan bahwa bank-bank akan segera membaik kondisinya dan melakukan fungsi intermediasinya lagi sekaligus membantu memulihkan resesi ekonomi.
Indeks Standard & Poor's 500 dan Dow Jones mencatat kenaikan harian terbesar sejak akhir Oktober. Saham-saham sektor finansial terutama mendapat sokongan terbesar. Saham Bank of America melonjak hingga 26%, JPMorgan Chase & Co melonjak 25% dan Citigrop menanjak 20%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapitalisasi Dow Jones mencapai US$ 167,4 miliar, sementara indeks telah mencatat kenaikan hingga 10% sepanjang bulan ini. Pada Februari, indeks saham tergerus hingga 12%.
Perdagangan berjalan sangat aktif, di New York Stock Exchange mencapai 1,91 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,24 miliar, sedikit di bawah rata-rata tahun lalu yang sebesar 2,28 miliar.
Peter Kenny, managing director dari Knight Equity Markets seperti dikutip dari Reuters, mengatakan, ada tiga faktor besar yang membuat lonjakan harga saham: rencana perbankan, rencana Pimco dan para pialang berbalik arah atas taruhan bahwa harga saham akan jatuh.
Kenaikan harga saham terjadi setelah pemerintahan Obama mengumumkan program untuk sektor swasta dalam rangka membantu pemulihan sektor perbankan yang menderita kerugian akibat anjloknya sektor perumahan.
Rencana yang diumumkan Menkeu Timothy Geither bernama "Public-Private Investment Program for Legacy Assets" itu rencananya akan menggunakan dana US$ 75-100 miliar dari pemerintah. Program tersebut rencananya akan menghimpun dana hingga US$ 500 miliar dan bisa bertambah hingga US$ 1 triliun.
Saham-saham sektor energi juga ikut menguat setelah harga minyak mentah melonjak menembus level tertinggi dalam 3 bulan terakhir. Saham ExxonMobil melonjak 6,7%, Chevron naik 6,9%.
Kontrak utama minyak jenis light pengiriman Mei sempat melonjak ke US$ 54,05 per barel, sebelum akhirnya ditutup menguat 1,73 dolar ke level US$ 53,80 per barel. Minyak jenis Brent pengiriman Mei juga melonjak 2,25 dolar ke level US$ 53,47 per barel.
(qom/qom)











































