Rencana tersebut disambut antusias pelaku pasar yang juga menular ke bursa kawasan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (24/3/2009) pun diprediksi masih akan mengalami rally.
Kenaikan bursa kawasan sudah terlihat dari melonjaknya bursa saham Australia S&P/ASX200 yang pada Selasa pagi ini menguat 2,4% atau 86,2 poin ke posisi 3.636,4.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencana itu sekaligus memunculkan harapan bahwa bank-bank akan segera membaik kondisinya dan melakukan fungsi intermediasinya lagi sekaligus membantu memulihkan resesi ekonomi.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (24/3/2009), indeks Dow Jones Industrial Average melonjak hingga 497,48 poin (6,84%) ke level 7.775,86. Indeks Standard & Poor's 500 juga melonjak 54,38 poin (7,08%) je level 822,92 dan Nasdaq melonjak 98,50 poin (6,76%) ke level 1.555,77.
Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan fokus pada saham-saham blue chip di sektor tambang, perbankan dan infrastruktur. Masuknya investor asing ke pasar saham juga akan makin menambah semarak pasar saham dalam negeri. Namun investor tetap mewaspadai jika ada gejala-gejala profit taking setelah kenaikan IHSG yang tajam pada Senin kemarin.
Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (23/3/2009) IHSG melejit 45,758 poin (3,36%) menjadi 1.406,647.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Rally kenaikan indeks kembali terjadi dengan dukungan bursa utama regional yang menguat di atas 3%. Indeks menguat 45 poin ke posisi 1.406 dipicu saham blue chip sehingga nilai transaksi pun mencapai lebih dari Rp 2 triliun. Penguatan rupiah dan akumulasi dari para investor membuat indeks mendekati level tertinggi 2009 yakni 1.472 dan Fibbo 100% di level 1.437. Peluang penguatan masih terbuka mendekati level tertinggi tersebut dengan range harian 1.360-1.440. Sedangkan saham yang patut dicermati yakni: LSIP, BUMI, PNBN, PTBA, dan TLKM.Β eTrading SecuritiesIHSG pada Senin kemarin rally +3,4% dengan turnover Rp2,6 triliun. Di Wall Street Dow menguat 497,48% (+6,8%) ke 7775,86, S&P500 +7,1% dan Nasdaq 6,8%. Pemerintah AS memberi perincian atas rencana pembersihan bank-bank dari aset bermasalah. Rencana yang bernama "Public-Private Investment Program for Legacy Assets" itu akan menggunakan US$75-100 miliar dari dana TARP yang akan dipinjamkan ke investor privat untuk membeli aset bermasalah sehingga US$500 miliar-US$1 triliun. Saham finansial mendapat dorongan terbesar: Bank of America +26,01%, Citigroup +19,47%, American Express +18,76%, sementara Goldman Sachs+15,01% setelah laporan bahwa pihaknya akan melunasi dana bantuan TARP yang diterimanya dengan menjual sebagian kepemilikannya di ICBC. Saham AS juga terangkat oleh laporan penjualan rumah lama yang naik 5,1% ke 4,72 juta secara tahunan. Dengan kenaikan harga minyak dunia diatas $53 per barel, saham energi juga ikut menguat: Exxonmobil +6,7% dan Chevron +6,9%.
Di Asia, rata-rata di buka menguat 1-2% menyambut sentimen positif dari Dow. Resistant 1,400 adalah resisten yang kuat menurut saya. Penembusan level ini dan di ikut sertai dengan peningkatan value transaksi mengkonfirmasi market pada trend bullish. Namun kurang dukungan dari berita-berita positif dari ekonomi dan industri akan kurang mendukung peningkatan. Rupiah kembali menguat Rp 11.738/dollar. Seperti yang pernah singgung sebelumnya, penurunan saham di mulai dari harga CPO yang turun. Ketika harga CPO rebound ini seharusnya menjadi tanda kenaikan juga.
(ir/ir)











































