"WIKA membukukan laba bersih Rp 156 miliar, naik 21% dibanding tahun 2007 sebesar Rp 129 miliar," ujar Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo dalam siaran persnya, Selasa (24/3/2009).
Bintang mengatakan, perolehan laba bersih tersebut merupakan perolehan tertinggi dalam sejarah WIKA. "Angka-angka diatas merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah WIKA dan tumbuh secara konsisten dalam kurun waktu 5 tahun terakhir," ujar Bintang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total Aset per 31 Desember, 2008 mencapai Rp 5,77 triliun, melonjak 40% dari 2007. Modal Kerja meningkat menjadi Rp1,6 triliun, naik 10% dari Rp1,4 triliiun tahun 2007.
Strategi WIKA fokus ke proyek-proyek infrastruktur mendorong naiknya pendapatan perseroan dari proyek-proyek pembangkit listrik dan jalan tol. Tahun 2008, pembangkit listrik menyumbang 28% penjualan Perseroan tahun 2008 dibanding 9% tahun 2007 sementara proyek jalan tol dan jembatan memberi kontribusi 21%, naik dari 19% tahun 2007.
Perolehan nilai kontrak tahun 2008 tercatat Rp 15,5 triliun, naik 40% dari Rp 11 triliun tahun sebelumnya. Perolehan ini didorong oleh peningkatan nilai kontrak segmen kontruksi khususnya di segmen infrastruktur seperti pembangkit listrik dan jalan, jebatan dan tol.
Pertumbuhan pendapatan WIKA yang cukup signifikan ditunjang oleh pendapatan segmen bisnis WIKA seperti segmen jasa kontruksi yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan WIKA, sebesar 66,7% dari total pendapatan WIKA atau sekitar Rp 4,37 triliun pada tahun 2008, meningkat 58,04% dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp 2,77 triliun.
PT WIKA Beton menyumbang Rp 904,2 miliar (setelah eliminasi) atau meningkat sebesar 26,99% dibandingkan tahun 2007. Produk beton memberikan kontribusi sebesar 13,79% terhadap total pendapatan perusahaan induk dan mendominasi industri beton pra-cetak di tahun 2008.
PT WIKA Intrade menyumbangkan Rp 940,81 miliar atau sebesar 14,34% terhadap total pendapatan. Segmen bisnis ini mencatat pertumbuhan tertinggi diantara segmen bisnis WIKA lainnya. Segmen manufaktur dan perdagangan melonjak 83,14% dibandingkan tahun 2007.
Sedangkan segmen bisnis properti (WIKA Realty) menyumbangkan Rp 341,18 miliar atau sebesar 5,20% terhadap total pendapatan. Pendapatan dari segmen bisnis ini tahun 2008 meningkat 16,88% dibandingkan tahun 2007.
"Kondisi perekonomian Indonesia akan didorong dengan adanya inisiatif pemerintah yang mengeluarkan program stimulus di bidang infrastruktur. Kami optimis dengan model bisnis terintegrasi dan strategi perseroan memungkinkan WIKA untuk memberikan hasil yang solid pada tahun 2009," kata Bintang.
"Walaupun kondisi ekonomi dunia sedang tidak menentu, dampak terhadap ekonomi dalam negeri dapat terus diminimalisir, antara lain dengan upaya yang dilakukan pemerintah dengan mengambil langkah untuk meningkatkan alokasi anggaran untuk program-program terkait infrastruktur. Kami optimistis bahwa dengan adanya kontrak-kontrak dan model bisnis yang terdiversifikasi, WIKA akan tetap membukukan hasil cukup kuat tahun 2009 ini," ujar Bintang.
"Kami akan terus fokus pada proyek-proyek dengan marjin yang tinggi dan proyek-proyek yang membutuhkan kompetensi terintegrasi, di mana kami dapat memanfaatkan keahlian, skala usaha yang besar dan keseimbangan keuangan yang kuat. Ini akan memberi kami kesempatan untuk mencapai keunggulan yang kompetitif di masa mendatang," imbuhnya.
(dro/ir)











































