Situasi Tak Seburuk Bayangan, Rupiah-IHSG Menguat Signifikan

Situasi Tak Seburuk Bayangan, Rupiah-IHSG Menguat Signifikan

- detikFinance
Selasa, 24 Mar 2009 10:18 WIB
Situasi Tak Seburuk Bayangan, Rupiah-IHSG Menguat Signifikan
Jakarta - Pemerintah melihat penguatan rupiah dan saham yang signifikan dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh faktor dalam negeri. Salah satunya adalah situasi korporasi dalam negeri yang ternyata tidak seburuk yang dibayangkan.

"Ini faktor dalam negeri saja semuanya masih manageable, situasi dari masing-masing corporate kan ternyata tidak seburuk seperti yang dibayangkan," kata Menkeu yang juga Menko Perekonomian Sri Mulyani di acara seminar Regional Capital Market Integration di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (24/3/2009).

Meskipun situasi korporasi masih baik, namun Menkeu mengaku masih akan meliat perkembangannya sesudah Maret ini. "Jadi kondisinya masih sangat hati-hati di-manage," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penguatan saham dan rupiah juga diakuinya karena adanya injeksi modal di pasar global. "Secara global liquidity di-inject, kita berharap munculnya confident dan adanya langkah-langka yang dilakukan AS," katanya.

Mengenai utang swasta yang segera jatuh tempo di tahun 2009, menurut Menkeu masih aman. "Utang jatuh tempo swasta masing-masing punya mekanisme dari sisi private sector, terhadap institusi dimana mereka berutang, jadi ada mekanisme untuk didiskusikan," katanya.

Sebelumnya Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo mengatakan jumlah utang luar negeri swasta yang jatuh tempo di 2009 sebesar US$ 22,6 miliar harus diwaspadai karena bisa menekan nilai tukar rupiah. Pemerintah dan BI harus terus memantau aktivitas pembayaran utang luar negeri swasta ini. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads