Jumlah nominal obligasi tersebut sebesar Rp 500 miliar menggunakan basis suku bunga surat utang negara (SUN). Dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan konsumen kendaraan bermotor Adira Finance.
Adira Finance menunjuk tiga penjamin emisi yaitu PT. CIMB-GK Secirities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia dan PT Indo Premier Securities, sedangkan wali amanat Adira Finance menunjuk PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BNI).
Obligasi ADMF III ini terdiri dari 2 seri, yaitu Seri A berjangka waktu 2 tahun dan Seri B berjangka waktu 3 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masa penwaran awal (book building) obligasi ADMF III dilakukan pada periode 24 Maret sampai dengan 8 April 2009, sedangkan untuk masa penawarannya akan dilakukan pada periode 29 April 2009 - 1 Mei 2009 jika sudah mendapatkan pernyataan efektif dari Bapepam-LK dan perkiraan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar tanggal 7 Mei 2009.
Adira Finance mencatat pendapatan sebesar Rp 3,38 trilliun dengan laba bersih sebesar Rp 1,02 triliun. Sedangkan dari pembiayaan konsumen Adira Finance sepanjang tahun 2008 mencapai Rp 14,0 triliun termasuk pembiayaan dengan PT Bank Danamon Tbk.
Jatuh Tempo
Obligasi Adira Dinamika Multifinance II (ADMF II) tahun 2006 akan jatuh tempo pada tahun ini sebesar Rp 570 miliar dengan tingkat bunga tetap seri A.
"Obligasi Adira Finance yang jatuh tempo ini sebesar Rp 570 miliar dan akan dibayar juga pada tahun ini," ujar Direktur Utama Adira Finance, Stanley Setia Atmadja dalam acara Due Dilligence meeting & public expose Penawaran Obligasi ADMF III di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (24/3/2009).
Obligasi ADMF II ini diterbitkan pada tahun 2006 sebesar Rp 750 miliar terdiri dari Seri A sebesar Rp 570 miliar yang akan jatuh tempo pada bulan Juni 2009, Seri B sebesar Rp 90 miliar yang akan jatuh tempo pada bulan Juni 2010 dan Seri C sebesar Rp 90 miliar yang akan jatuh tempo pada bulan Juni 2011.
Stanley mangatakan, tahun ini Adira Finance menyiapkan pendanaannya dari kas internal Adira Finance. "Kami sudah mempersiapkan dananya dengan cara menyisihkan dana pembayaran angsuran yang diterima dari nasbah, dan dana kas internal sampai dengan Februari 2009 sudah terkumpul Rp 800 miliar," paparnya.
(dru/ir)











































