Tiga Syarat Integrasi Pasar Modal ASEAN

Tiga Syarat Integrasi Pasar Modal ASEAN

- detikFinance
Selasa, 24 Mar 2009 15:25 WIB
Tiga Syarat Integrasi Pasar Modal ASEAN
Jakarta - Rencana integrasi pasar modal se-ASEAN masih memerlukan beberapa langkah untuk mewujudkannya. Secara umum, ada 3 poin penting yang perlu dilakukan sebelum melangkah menuju integrasi tersebut.

"Mewujudkan integrasi pasar modal ASEAN membutuhkan beberapa langkah yang perlu dipersiapkan," ujar mantan Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (BEJ), Mas Ahmad Daniri di hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/3/2009).

Menurut Daniri, melangkah menuju integrasi pasar modal bukan hal yang mudah. Langkah ini membutuhkan persiapan-persiapan yang bukan sekedar wacana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Edukasi pasar modal saja tidak cukup. Perlu adanya kampanye proteksi terhadap investor untuk meningkatkan kepercayaan," jelas Daniri.

Daniri menyebutkan 3 syarat yang perlu dilakukan untuk mewujudkan integrasi pasar modal se ASEAN. Pertama, percepatan efisiensi mekanisme pasar modal.

"Internal pasar modal di masing-masing negara perlu mempercepat efisiensi mekanisme pasar modal. Ini mencakup kesiapan regulasi dan sebagainya," urai Daniri.

Setelah langkah tersebut bisa dilakukan, Daniri melanjutkan, baru bisa masuk ke langkah kedua, yaitu harmonisasi pasar modal masing-masing negara.

"Harmonisasi pasar modal antar negara-negara terkait juga menjadi syarat menuju integrasi pasar modal," ujar Daniri.

Harmonisasi ini dinilai sangat penting, mengingat masing-masing negara memiliki karakter ekonomi dan investor yang berbeda-beda, termasuk regulasi. Penyeragaman mekanisme pasar modal menjadi syarat penting menuju integrasi pasar modal.

"Setelah harmonisasi masing-masing negara diwujudkan, baru bisa melangkah menuju realisasi integrasi pasar modal," ujar Daniri.

Menurut Daniri, proses integrasi pada tahap implementasi memerlukan skema bertahap. Prosesnya tidak dapat dilakukan semudah membalikkan telapak tangan.

"Tentunya secara bertahap. Proses integrasi membutuhkan waktu dan langkah-langkah yang tepat untuk menghindari terjadinya ketimpangan," ujar Daniri.

Hal senada diungkapkan oleh Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito. Menurut Eddy, realisasi integrasi pasar modal membutuhkan berbagai persiapan yang tidak sedikit.

"Salah satu wacana yang dibahas di dalam adalah bagaimana mencegah agar nantinya tidak mendorong terjadinya pemusatan pergerakan bursa di satu negara saja. Ini perlu dibahas, karena cukup penting. Jangan sampai integrasi ini hanya menguntungkan pihak tertentu saja," papar Eddy.

Perbedaan regulasi dan mekanisme pasar modal, lanjut Eddy, perlu dipersiapkan secara seksama untuk mencegah terjadinya berbagai kemungkinan yang bisa merugikan banyak pihak.

"Banyak lah yang perlu disiapkan. Problem nilai tukar misalnya. Atau problem bagaimana penyelesaian jika terjadi benturan regulasi. Intinya perlu banyak persiapan," jelas Eddy.

Semula, 5 bursa dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina berencana melakukan integrasi pasar modal pada 2010. Eddy mengatakan, jadwal tersebut bukanlah ketentuan final.

"Semuanya kan masih dibahas bersama-sama. Kita harapkan bisa secepatnya. Tapi kan banyak persiapan yang harus dilakukan. Jadi waktunya ya tergantung kesiapan masing-masing bursa," ujar Eddy.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads