Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur keuangan Indocement Christian Kartawijaya usai publik ekspose di Gedung PT Bursa Efek Indonesia, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (24/3/2009).
"Setelah melihat data penjualan industri semen domestik bulan Januari dan Februari lalu yang terus menurun, kita perkirakan growth kita akan minus sekitar 6 persen," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pangsa pasar perseroan pun diperkirakan akan mengalami penurunan, dari sebelumnya 31,7 persen di tahun 2008, tahun ini menjadi sekitar 30 persen.
Belanja modal alias capital expenditure (capex) emiten berkode INTP tersebut pun dirombak menjadi lebih kecil dari sebelumnya. Sebelumnya, perseroan mematok capex tahun ini sebesar US$ 100 juta, kini dipangkas menjadi US$ 80 juta.
"Ada beberapa proyek yang tertunda, seperti Pembangunan mill Citeureup. Sehingga kita merevisi capex tahun ini," jelasnya.
Refinancing Utang
Dalam rangka mengurangi rasio utangnya, INTP telah melakukan refinancing utang valas sebesar US$ 50 juta menggunakan dana dari kas internal perseroan. Dengan begitu sisa utang yang tersisa tinggal US$ 25 juta dan akan jatuh tempo di tahun 2010 mendatang.
(ang/ir)











































